Stafsus Zaki Iskandar: Pergerakan Ekonomi Selama Mudik Lebaran Senilai Rp 385 Triliun

KABUPATEN CIREBON, DBFM  - Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ahmed Zaki Iskandar melaporkan bahwa pergerakan ekonomi selama libur lebaran memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian dalam negeri.

 

Hal ini didukung oleh adanya pergerakan manusia yang diperkirakan berjumlah 193 juta orang pada mudik lebaran tahun ini. Diproyeksikan pergerakan ekonomi selama musim lebaran akan mencapai sekitar 380 triliun rupiah.Faktor utama yang mendorong pergerakan ekonomi selama libur lebaran adalah ketersediaan transportasi umum dan infrastruktur pendukung. Ketersediaan bus, kereta api, dan pesawat terbang menjadi faktor penting dalam memfasilitasi pergerakan masyarakat.

 

Selain itu, jaringan jalan yang luas dan terhubung dengan baik di berbagai wilayah, seperti di Jawa, Sumatera, dan pulau lainnya, juga menjadi pendorong utama pergerakan masyarakat.

 

 Hal ini, kata dia, akan memicu minat masyarakat berwisata.Dengan adanya perputaran uang yang terjadi, hal ini akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (U M K M).

 

Ini tentu menjadi momentum pembenahan sektor ekonomi daerah pasca pandemi Covid-19.Di sisi lain, adanya kenaikan tiket harga transportasi umum selama musim mudik ini diperkirakan tidak akan berpengaruh besar terhadap inflasi. Pasalnya, ini akan tertutup dengan masifnya pergerakan dan spending masyarakat selama lebaran.

( Artikel ini Bersumber  : tribunnews.com  )