Prabowo Ingin Bangun Pabrik Ponsel, Menkominfo: Itu Gagasan untuk Bangun Iklim Investasi yang Baik

KABUPATEN CIREBON, DBFM - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menilai rencana presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, membangun pabrik ponsel merupakan gagasan untuk menumbuhkan iklim investasi.

Karena itu, dia menyatakan mendukung gagasan tersebut.

Namun saat ini belum ada pembahasan sampai ke sana karena Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 masih memiliki sisa beberapa bulan menjabat.

"Soal pabrik seluler dan industri dalam negeri ini kan belum karena masih ada enam bulan, tapi bahwa gagasan itu untuk menumbuhkan juga iklim investasi yang baik," kata Budi di kantor Kominfo, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2024).

Budi yang juga Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) itu memandang bahwa yang terpenting dari pembangunan pabrik ponsel adalah bagaimana adanya transfer pengetahuan dan teknologi di berbagai lini produksi.

"Bagaimana industri bisa bertumbuh dan berkembang dan juga yang penting adalah bagaimana transfer of knowledge dan transfer teknologi itu bisa terjadi dalam berbagai lini produksi, terutama industri teknologi-teknologi yang advanced," ujarnya.

Pada debat capres bulan Februari lalu, Prabowo menyatakan, Indonesia sangat terbuka kemungkinan untuk membangun sendiri pabrik gagdet atau ponsel di dalam negeri.

Dalam debat tersebut, para capres dimintai komitmennya untuk membuat kedaulatan manufaktur telekomunikasi dan teknologi informasi di Indonesia.

Hal itu merujuk pada angka impor ponsel di Indonesia pada tahun 2023 yang mencapai Rp 30 triliun padahal pembangunan pabrik gagdet hanya butuh dana investasi Rp 500 miliar atau setengah triliun rupiah.

"Kalau saya selalu solutif dan tindakan, kalau memang hanya setengah triliun perlu kehendak politik, ya bangun itu pabrik segera," kata Prabowo, Minggu (4/2/2024).

Akan tetapi kata dia, bicara teknologi maka harus juga dipersiapkan soal sumber daya manusianya.

Oleh karenanya menurut Menteri Pertahanan RI (Menhan) tersebut, Indonesia sudah saatnya mendidik seluruh generasi penerus di dalam sektor teknologi, engineering dan science.

Sektor tersebut yang menurut dia, bisa menjadikan Indonesia sejajar dengan negara maju lainnya dalam hal pembanguan infrastruktur teknologi.

"Kedua masalah teknologi selalu berurusan dengan sumber daya manusia, kita harus sekarang mendidik anak-anak kita lebih banyak di bidang science, engineering, dan matematik ini sangat mutlak baru kita bisa bersaing. Kalau kita tidak punya awaknya gimana?" ujar Prabowo.


( Artikel ini Bersumber : tribunnews.com )