Israel Pasang Kawat Berduri di Sekitar Masjid Al-Aqsa, Cegah Warga Palestina Tarawih saat Ramadhan

KABUPATEN CIREBON, DBFM - Pasukan Israel terus menunjukkan kekejamannya, kali ini dengan memasang kawat berduri di sekitar Masjid Al-Aqsa.

Hal ini dilakukan untuk menghalangi warga Palestina sholat Tarawih saat Ramadhan 1445 Hijriah/2024.

Pejabat Palestina pun mengecam pemasangan kawat berduri yang dilakukan pasukan Israel di pagar sekitar Gerbang Singa (Lion's Gate) tersebut.

Diketahui area Lion's Gate merupakan satu gerbang utama menuju Masjid Al-Aqsa.

“Ini adalah preseden berbahaya yang belum pernah terjadi sejak tahun 1967,” kata Kantor Gubernur Yerusalem, mengutip Palestine Chronicle.

Gerbang Singa, juga dikenal sebagai Bab Al-Asbat, terletak di Kota Tua Yerusalem dan merupakan salah satu gerbang utama menuju Masjid Al-Aqsa.

Nasser Qaws, pemimpin kelompok Palestina Fatah, mengatakan aksi Israel itu bertujuan untuk mencegah warga Palestina memasuki Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadhan.

Diberitakan sebelumnya, Pasukan Israel telah memberlakukan pengepungan ketat terhadap Masjid Al-Aqsa selama lima bulan, mencegah masuknya warga Palestina ke masjid tersebut, lapor WAFA.

Pada Minggu malam, pasukan Israel mencegah ratusan warga Palestina memasuki masjid untuk melakukan Tarawih, salat malam khusus selama bulan suci.

Bahkan mereka memukuli seorang pria Palestina di dekat Bab Al-Zahra, salah satu gerbang menuju masjid, sebelum menahannya.

Tentara Israel juga dilaporkan menahan seorang penjaga masjid Al-Aqsa dari Kota Tua Yerusalem.

Update Jumlah Korban di Gaza 

Israel terus melakukan serangan ke Gaza dan melukai hingga membunuh warha sipil.

Serangan keji tersebut telah menewaskan sekitar 31.200 warga Palestina.

Dan melukai lebih dari 72.900 lainnya di tengah kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.

Israel juga menerapkan blokade yang melumpuhkan wilayah kantong Palestina, menyebabkan penduduknya, khususnya penduduk Gaza utara, berada di ambang kelaparan.

Sebuah kapal bantuan kemanusiaan yang membawa 200 ton makanan dari dua organisasi amal internasional, Open Arms yang berbasis di Spanyol dan World Central Kitchen yang berbasis di AS, berlayar dari Pemerintahan Siprus Yunani ke Jalur Gaza pada hari Selasa, mengutip Anadolu Agency.

“Ini membuka koridor kemanusiaan maritim ke Jalur (Gaza), dalam sebuah misi yang sangat kompleks yang kami harap akan menjadi yang pertama dari banyak misi yang meringankan darurat kemanusiaan yang dihadapi masyarakat,” tulis Open Arms di X.

Perang Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza mengungsi di tengah blokade yang melumpuhkan sebagian besar makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

( Artikel ini Bersumber : tribunnews.com )