FSA Jepang Suntikkan Dana 14 Miliar Yen untuk Lembaga Serikat Kredit Terdampak Covid-19

KABUPATEN CIREBON, DBFM  - Financial Services Agency (FSA) atau Badan Jasa Keuangan Jepang akan menginvestasikan 14 miliar yen untuk empat serikat kredit di Prefektur Niigata, Saitama, Toyama, dan Aichi.

Dana ini bertujuan mendukung usaha kecil dan menengah yang terkena dampak virus corona.

"FSA telah memutuskan untuk menyuntikkan dana publik ke empat serikat kredit di Prefektur Niigata, Saitama, Toyama, dan Aichi," ungkap sumber Tribunnews.com di FSA, Kamis (22/2/2024).

Berikut distribusi dana tersebut:

  • Habataki Credit Union, yang memiliki kantor pusat di Kota Niigata
  • Kumagaya Shoko Credit Union, yang memiliki kantor pusat di Kota Kumagaya, Prefektur Saitama
  • Toyama Prefectural Credit Union, yang memiliki kantor pusat di Kota Toyama
  • Toyohashi Commerce and Industry Credit Union, yang memiliki kantor pusat di Kota Toyohashi


 

Federasi Nasional Koperasi Kredit--sebuah organisasi pusat--telah mengajukan permohonan kepada Badan Jasa Keuangan untuk suntikan dana publik berdasarkan Undang-Undang Peningkatan Fungsi Keuangan, yang menyatakan bahwa perlu untuk memperkuat dukungan bagi usaha kecil dan menengah yang terkena dampak virus corona sambil memperkuat basis keuangan masing-masing serikat kredit.

FSA telah memutuskan untuk menyuntikkan total 14 miliar yen dana publik pada Maret 2024 melalui organisasi pusat dengan memanfaatkan sistem khusus yang bertujuan untuk mendukung usaha kecil dan menengah yang terkena dampak Covid-19.

Ini adalah kasus kedua dana publik disuntikkan menggunakan sistem khusus untuk mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) yang terkena dampak virus corona, termasuk Kirayaka Bank, yang memiliki kantor pusat di Kota Yamagata, dan perusahaan induknya, Jimoto Holdings, sebuah grup perbankan regional.