Tanggapi Aksi Demo, PG Rajawali II Bantah Intimidasi Petani

KOTA CIREBON, DBFM – Puluhan mahasiswa dan Serikat Petani Indonesia (SPI) Indramayu melakukan aksi demo di depan kantor PG Rajawali II di Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Kamis, (3/11/2022).

Massa aksi demo menuntut reformasi agraria di wilayah Indramayu terutama lahan yang masih dalam penguasaan PG Rajawali II. Selain itu, massa juga menuntut intimidasi dan kekerasan terhadap petani dihentikan.

“Ada permasalahan yang harus disampaikan, soal konflik agraria di Indramayu dan dugaan kekerasan terhadap petani yang diduga dilakukan oleh orang bayaran,” kata orator Serikat Petani Indonesia (SPI) Indramayu, Mahmud Julfikar.

Sementara, Sekretaris Perusahaan PG Rajawali II, Karpo Budiman Nursi membantah jika ada intimidasi dan kekerasan kepada petani di Indramayu.

“Tindakan intimidasi dan kekerasan saya pikir itu tidak ada, sebab sejak 2018 sudah dilakukan pola kemitraan di lahan HGU Jatitujuh yang melibatkan masyarakat dari 22 desa penyangga, 11 desa di Majalengka, dan 11 desa di Indramayu,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak yang datang dari desa penyangga maupun dari luar kota yang memperoleh lahan dengan mekanisme jual beli garapan.

“Banyak dari mereka yang menduduki lahan di Hak Guna Usaha (HGU) kita sehingga membuat program kemitraan dengan petani mitra jadi terhambat,” tegas Karpo.  

Pihaknya menegaskan bahwa HGU yang dimiliki PG Rajawali II di Jatitujuh legalitasnya masih sah dan bukan objek reforma agraria.

“Jadi perusahaan selaku pemegang hak tetap melaksanakan sesuai HGU yang dimiliki,” pungkasnya. (denny)