Pertama di Jabar Pemkab Cirebon Luncurkan Aplikasi Srikandi

KABUPATEN CIREBON, DBFM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon merupakan daerah pertama di Provinsi Jawa Barat yang meluncurkan aplikasi sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi (Srikandi).

Sekda Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno mengatakan aplikasi ini merupakan aplikasi umum bidang kearsipan dinamis. Dan aturannya sesuai dengan Perpres nomor 95/2018 tentang SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).

“Implementasi SPBE menjadi hal mutlak dilakukan pemerintah. Kita harus terus mengikuti perkembangan zaman. SPBE menjadi kontrol kinerja lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia,” kata Rahmat, saat launching dan diseminasi sistem Srikandi yang terintegrasi dengan sertifikat elektronik Pemerintah Kabupaten Cirebon, Selasa, (24/5).

Dikatakan Sekda, dengan adanya SPBE maka seluruh kinerja pemerintah dapat terintegrasi dan transparan. Penerapan SPBE juga mampu memangkas biaya belanja TIK dan waktu serta meminimalisir terjadinya praktik korupsi dalam pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Selain itu dapat mewujudkan proses kerja yang efisien dan efektif. Sistem ini juga bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik. Jadi bisa mengontrol semua kinerja lembaga pemerintah,” ungkapnya.

Sementara, Kadis Kominfo Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan menerangkan, aplikasi Srikandi ini dikembangkan oleh ANRI yang bekerja sama dengan Kemenpan RB, Kominfo dan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara).

“Pemkab Cirebon berkomitmen mendukung penuh penerapan dan pengintegrasian Srikandi dalam sistem pemerintahan sehingga tujuan integrasi SPBE dapat tercapai dengan baik,” terangnya.

Dijelaskan Nanan, diterapkannya aplikasi Srikandi ini, diharapkan dapat meningkatkan indeks nilai SPBE Kabupaten Cirebon sehingga dibutuhkan peran serta maupun kolaborasi dari seluruh perangkat daerah dan semua stakeholder terkait.

“Tujuan akhirnya adalah demi memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” jelas Nanan.

Sedangkan dalam persiapan penerapan aplikasi Srikandi, Nanan mengaku telah dilakukan bimbingan teknis kepada para Arsiparis dan Pengelola Arsip perangkat daerah.

“Saya berharap semua pejabat perangkat daerah segera memiliki sertifikat. Karena ini merupakan bagian dari aplikasi Srikandi,” tandasnya. (denny)