Sindikasi Pembiayaan Tiga BPRS Kucurkan Rp14 Miliar Kepada Adhigana Group

KOTA CIREBON, DBFM – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK) Parahyangan dan BPRS Taman Indah Darussalam Aceh serta BPRS Hikmah Wakilah (HW) Aceh melakukan kerjasama pembiayaan sindikasi senilai Rp14 miliar untuk pembangunan 2 proyek pengembangan Adhigana Group anak usaha PT Adhiwangsa Rahayu Propertindo.

Area Manager BPRS HIK Parahyangan, Agus Dani Rahman mengatakan, ada 2 project yang sedang di garap oleh PT Adhiwangsa Rahayu Propertindo, yakni perumahan Graha Kencana Gamplong di Sleman Yogyakarta sebanyak 163 unit, dan Graha Kencana di Desa Curug Wetan Kecamatan Susukan lebak Cirebon sejumlah 111 unit.

“Kita segmentasinya bukan subsidi, namun perumahan komesil tapi murah. Kami juga menyediakan alrernatif rumah murah dengan angsurannya tidak jauh dari rumah subsidi bahkan kualitasnya lebih baik karena bukan subsidi,” ucapnya, Senin (18/4/2022).

Sementara, Direktur BPRS HW Aceh, H. Sugito memaparkan kedatanganya dalam rangka membangun bisnis dan kerjasama dengan HIK Parahyangan, sebab HIK sebagai leader pembiayaan sindikasi, sedangkan Adhigana group yang membutuhkan dana.

“BPRS Parahyangan yang memfasilitasi sebagai leader pembiayaan sindikasi mengajak pada BPRS di wilayah Indonesia untuk melakukan kerjasama, kebetulan kami yang di Aceh menangkap peluang ini,” paparnya.

Pertimbangannya, tambah Sugito, karena BPRS Parahyangan mempunyai kinerja yang sangat baik dengan rasio pembiayaan bermasalah dibawah 3%, artinya pembiayaan dilakukan secara selektif.

Pada kesempatan yang sama, Pemilik Adhigana Group Muhammad Mauludin menjelaskan, Pembiayaan sindikasi ini memang seharusnya ditempuh oleh BPRS, karena limitasinya beda sama bank umum.

“Jadi untuk pembiayaan ada kebijakan per BPRS itu Rp5 miliar, makanya kenapa ada 3 anggota sindikasi. Adapun pembiayaan kami senilai Rp14 miliar untuk 2 lokasi di Yogyakarta dan Cirebon,” jelasnya.

Ia berharap dengan adanya sindikasi ini bisa berjalan sukses sehingga semakin banyaknya sindikasi yang ikut maka bisa mendobrak pengembangan perumahan lainnya. (denny)