NPCI Kota Cirebon Minta Bonus Peparda Atlet Difabel Disamakan Dengan Non Difabel

Bagikan Artikel Ini

KOTA CIREBON, DBFM – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Cirebon meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon agar bonus atlet difabel bisa disamakan dengan atlet non difabel pada Pekan Olahraga Paralympik Daerah (Peparda) bulan November mendatang.

Ketua NPCI Kota Cirebon, Sasmita mengaku, pemberian bonus kepada atlet disabilitas selama ini berbeda jauh dengan non difabel. padahal di pusat, provinsi maupun di kota lainnya sudah disamakan.

“Harapan kami agar diperhatikan bonus Peparda tahun ini sebab tahun 2018 lalu untuk atlet non difabel peraih medali emas bonusnya Rp100 juta, sementara difabel hanya Rp15 juta. Jangan pilih kasihlah, karena sama-sama memperjuangkan nama baik Kota Cirebon,” ucap Sasmita, Rabu (02/03/2022).

Sasmita menjelaskan pada bulan November 2021 lalu atlet penyandang disabilitas asal Kota Cirebon, Hijrah Yanti, mencatat sejarah dengan meraih prestasi di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Bahkan, atlet NPCI dari Cabor Bulutangkis Kursi Roda Kota Cirebon Hijrah Yanti telah menyumbangkan medali emas dan perak untuk Kontingen Jabar di ajang Peparnas Papua.

“Oleh karena itu saat ini kami mulai menggenjot latihan agar semua atlet bisa ikut bertanding dan berprestasi di Peparda Kabupaten Bekasi pada bulan November 2022 mendatang,” ungkapnya.

Sasmita menyebutkan, atlet disabilitas di Kota Cirebon saat ini berjumlah 50 atlet dari 7 cabang olahraga (cabor) diantaranya, angkat berat, renang, bulu tangkis, tenis meja, atletik, catur
dan panahan.

“Semoga tahun ini anggaran terpenuhi supaya 50 atlet bisa berangkat semua. Dengan persiapan 8 bulan lagi jelang Peparda, kami masih latihan seminggu 4 kali, tapi habis lebaran latihan akan setiap hari,” tandasnya. (denny)

Bagikan Artikel Ini