Kota Cirebon Ditunjuk BSSNI RI Bentuk Tim Keamanan Siber

Bagikan Artikel Ini

KOTA CIREBON, DBFM – Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) menunjuk Kota Cirebon sebagai pilot project tim cepat tanggap darurat komputer atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT).

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan Daerah, Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI), Hasto Prastowo mengaku Kota Cirebon layak menjadi percontohan di Jawa Barat dalam menerapkan keamanan informasi siber.

“Selain menghadapi ancaman keamanan siber, BSSN juga telah membentuk ekosistem keamanan dengan membantu sistem riset di seluruh pemerintah kota, pemerintahan di daerah dan sektor masyarakat,” ucapnya, Rabu (3/11).

Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati mengapresiasi Kota Cirebon dijadikan pilot project penerapan CSIRT. menurutnya, Kota Cirebon merupakan daerah pertama di Jawa Barat yang menerapkan CSIRT dalam merespon berbagai permasalahan keamanan di bidang teknologi informasi.

“Tim yang diberi nama Cirebonkota-CSIRT ini akan memberikan pelayanan untuk menjaga keamanan serta keberlangsungan sistem keamanan publik,” kata Eti.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa mengungkapkan, serangan siber sempat terjadi pada sistem digital milik Pemkot Cirebon.

“Hingga 26 Oktober 2021 terdapat 3.817 serangan malware, 180.321 serangan denial of service, 1.271 serangan trojan dan 2 kali serangan web defacement. tapi semua telah ditangani oleh Cirebonkota-CSIRT,” ungkap Ma’ruf.

Dijelaskan Ma’ruf, dengan dibentuknya Cirebonkota-CSIRT ini membuktikan Kota Cirebon siap menghadapi serangan siber serta melindungi keamanan informasi pemerintahan dengan baik.

“Dalam menjalankan perannya, Cirebonkota-CSIRT juga berkolaborasi dengan Cirebon Siaga 112, sekaligus menerima laporan insiden yang terjadi di Kota Cirebon,” tandasnya. (denny)

Bagikan Artikel Ini