Lembaga Penyiaran dan Masyarakat Antusias Ikuti Lomba KPID Jabar 2021

Bagikan Artikel Ini

BANDUNG, DBFM – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat kembali menghelat Anugerah Penyiaran ke-14 pada tanggal 2 November 2021 yang akan berlangsung di gedung budaya sabilulungan Bandung.

Ketua Panitia Anugerah Penyiaran KPID Jabar, Sudama Dipawikarta menyampaikan Anugerah Penyiaran KPID Jabar pada tahun ini mendapat antusiasme keterlibatan para peserta mengikuti pemilihan Pasanggiri Duta Penyiaran Jawa Barat dan Penyiar Terfavorit tahun 2021.

“Ini sangat menggembirakan. keterlibatan publik terbilang tinggi dalam memilih penyiar terfavorit dari jumlah 32 penyiar radio dan televisi,” ungkapnya, Selasa, (26/10/2021).

Sudama Dipawikarta atau akrab disapa Dipa mengatakan pemilihan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan 50 ribu lebih pemilih, demikian juga pemilihan pasanggiri duta penyiaran yang pesertanya mencapai 121 orang.

“Tahun ini ada kategori baru yakni, pemilihan pasanggiri duta penyiaran yang menunjukkan betapa besar ide kreatif dan potensi anak muda milenial sebagai konten kreator, yang harus disikapi menjelang era tv digital mendatang,” kata Dipa.

Bahkan, tambah Dipa untuk karya-karya lembaga penyiaran yang masuk ke panitia, baik dari radio maupun televisi jumlahnya terbilang banyak, sekitar 200 karya. 

Sementara itu ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi kepada lembaga penyiaran yang telah mengirimkan karyanya.

“Dalam situasi pandemi Covid-19 banyak lembaga penyiaran dalam kondisi prihatin, tetapi semangat berkaryanya masih tetap terjaga,” tuturnya.

Kendati demikian, lanjutnya, lembaga penyiaran tetap membawa misi menyampaikan informasi yang benar, kontrol sosial dan hiburan.

“Dalam momentum anugerah penyiaran Jawa Barat ini mampu mendorong kualitas penyiaran yang sehat, dan secara kolaboratif dapat menyelamatkan mata dan telinga masyarakat Jawa Barat,” ucap Adiyana. 

Adiyana memaparkan, Momen kali ini sekaligus hitung mundur berakhirnya tv analog (analog switch off) dan bermigrasi ke tv digital atau digital switch on.

Adapun pemerintah telah mencanangkan era tv digital mulai pada 2 November 2022, dan secara bertahap sudah dimulai di sejumlah daerah pada 30 April 2022.

“Bagi KPID Jawa Barat, migrasi ke TV digital bukan hanya persoalan siaran menjadi lebih jernih, bersih dan canggih, melainkan bagaimana kita bisa memastikan siaran yang menggunakan frekuensi publik itu mendidik, sehat dan inspiratif serta informatif,” ungkapnya.

Pihaknya berharap tidak ada lagi daerah blank spot yang tidak menerima layanan siaran. 

“Itulah sebabnya pengawasan semesta menjadi penting, agar secara bersama menjaga siaran di lembaga penyiaran kita,” tandasnya. (denny)

Bagikan Artikel Ini