Kemendikbud Dukung Sektor Seni dan Budaya Terdampak Covid-19 di Kota Cirebon

Bagikan Artikel Ini

KOTA CIREBON, DBFM – Dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terhadap kegiatan seni dan kebudayaan diharapkan bisa menggeliatkan kembali pariwisata di Kota Cirebon setelah di hantam pandemi Covid-19.

Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati mengatakan selain menggeliatkan pariwisata, kegiatan seni dan budaya juga dapat menumbuhkan toleransi dan memperkaya wawasan pada masyarakat.

“Kami tentu menyambut baik, apalagi kegiatan seni dan budaya ini mendapatkan dukungan penuh dari Kemendikbud,” kata Eti usai menghadiri kegiatan budaya dalam rangka meningkatkan ketahanan budaya nasional di Goa Sunyaragi, Sabtu (16/10) malam lalu.

Dijelaskan Eti, masyarakat Kota Cirebon tidak dapat dilepas dari kegiatan seni dan budaya bahkan, setiap ada kegiatan seni dan budaya selalu menjadi daya tarik wisatawan datang ke Kota Cirebon.

“Namun pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan berbagai sendi kehidupan termasuk seni dan budaya. Sehingga dengan adanya dukungan Kemendikbud kegiatan seni dan budaya di daerah dapat menggeliat kembali,’ tutur Eti.

Seiring dengan penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon yang bisa dikendalikan, Eti berharap pertunjukan seni dan budaya di Goa Sunyaragi bisa dilakukan setiap minggu.

“Terlebih saat ini kita sudah berada di level 2, sehingga sejumlah kegiatan termasuk kegiatan seni dan budaya bisa digelar sekalipun terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan dari Ditjen Kebudayaan, Rina Febriyani, menjelaskan pemerintah melalui Kemendikbud memfasilitasi komunitas, yayasan, sekolah maupun individu yang memiliki kegiatan untuk kemajuan kebudayaan.

“Melalui dana Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK), Kemendikbud membantu kegiatan yang memajukan kebudayaan,” jelas Rina.

Menurutnya, semua aspek yang mendukung tercapainya visi dan misi kebudayaan difasilitasi melalui dana FBK ini. Adapun dana FBK ini juga dapat diakses oleh siapa pun di Indonesia.

“Semua orang dari Sabang sampai Merauke dapat mengakses dana ini. Dapat dilihat di website kami,” tuturnya.

Ia berujar, sebagai syarat menerima dana FBK yaitu, komunitas berbadan hukum dengan melibatkan sebuah komite. Nantinya, akan ditelusuri apakah sanggar seninya itu benar-benar ada yang mendukung visi kebudayaan.

“Kita juga mengutamakan daerah di 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal), komunitas yang melibatkan perempuan serta difabel,” tukas Rina.

  • Reporter: Denny Heryanto
  • Editor: Dewi Fitri Kurniawan
  • Redaktur: Joko Rumanto
  • Pemred: Dwi Dewi Nurhasanah
Bagikan Artikel Ini