DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Pandemi Tetap Lancar, Begini Kisah Wiyah Raih Ratusan Juta Rupiah dari Sprai Buatan Sendiri

7 Oktober 2021

KABUPATEN CIREBON, DBFM – Sejak pandemi hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid-19 membuat perkembangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) maupun Home Indrustri terus menurun. 

Namun, di era digital saat ini semuanya bisa dilakukan dengan mudah, termasuk untuk memulai sebuah usaha maupun melanjutkan bisnis agar tetap bertahan diterjang badai pandemi.

Kendati demikian, bagi yang ingin bangkit dari keterpurukan akibat pandemi atau sekedar melanjutkan usaha tidak harus dengan modal banyak, cukup diawali dengan keinginan yang kuat, semuanya bisa diwujudkan.

Hal ini dibuktikan oleh Robiatul Adawiyyah (29 tahun) sebelum pandemi maupun di masa pandemi Ia tetap mengoptimalkan digitalisasi untuk memasarkan produknya secara online.

Wiyah panggilan akrabnya bercerita, pada tahun 2018 awalnya menjual kerudung, mukena dan baju koko dengan mengandalkan siaran langsung di facebook kemudian Ia coba-coba menjual sprei, tak disangka produk sprei mendapat antusias dari pembeli.

“Awalnya saya tawarin produk secara Live di facebook kemudian buat grup whatsapp untuk yang mau pesan, nah dari situ mulai banyak yang order untuk dijual lagi,” kata Wiyah saat ditemui dirumahnya dan juga sentra usahanya di Dusun IV Pesayangan RT 4 RW 6 Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon.

Selain facebook, wiyah juga memasarkan produknya di Instagram, Tiktok, Market Place seperti Shopee dan lainnya serta melayani pembelian secara Cash On Delivery (COD). adapun saat ini sudah bekerjasama dengan beberapa jasa pengiriman barang.

Ia mengungkapkan, produk yang dipasarkan merupakan ‘home made’ alias buatan sendiri dengan memperkerjakan beberapa orang untuk menjahit dan mengobras serta melayani orderan.

“Untuk produk sprei menggunakan bahan mikrotex karena tidak gampang kusut, tidak berbulu, adem dan tidak luntur. Ada juga handuk impor, selimut, bantal selimut (balmut), bed cover, dan lainnya,” ungkap Wiyah, Kamis, (7/10/2021).

Wiyah menambahkan, semua produk merupakan harga grosir sehingga banyak reseller yang mengambil barang darinya, bahkan dalam satu hari melayani puluhan orderan ke seluruh Indonesia melalui pesanan dari market place maupun medsos.

“Sprai dijual mulai harga Rp55 ribu untuk ukuran 120×200 tinggi 20 cm. Sedangkan sprai ukuran 120×200 tinggi 30 cm mulai Rp98 ribuan,” tambahnya.

Ketika disinggung terkait nama produknya yakni, @Laku_Banget, wiyah menegaskan sebuah nama adalah Doa. dan itu terbukti, dalam waktu singkat sekitar 3 tahun usahanya terus mengalami peningkatan bahkan kini omzetnya mencapai Rp200 juta lebih per bulan, namun jika momen lebaran bisa mendapatkan Rp500 juta.

“Alhamdulillah meski pandemi, orderan masih lancar dan stabil. pernah sih mengalami penurunan waktu habis lebaran sekitar bulan Juli kemarin, tapi sekarang sudah mulai rame lagi,” tandasnya.

Ia pun berpesan jika ingin memulai bisnis tak melulu dengan modal yang tinggi. Bahkan ketika mengawali sebagai reseller pun peluang sukses tetap terbuka lebar asal tak patah semangat dan terus berinovasi di masa pandemi ini.

  • Reporter: Denny Heryanto
  • Editor: Dewi Fitri Kurniawan
  • Redaktur: Joko Rumanto
  • Pemred: Dwi Dewi Nurhasanah
Bagikan Artikel Ini