65,70 Persen Sekolah di Kota Cirebon Gelar PTM dengan Prokes Ketat

Bagikan Artikel Ini

KOTA CIREBON, DBFM – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hanya diperbolehkan secara terbatas bagi sekolah yang telah memenuhi syarat, yaitu di daerah yang melaksanakan PPKM (Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 1 hingga 3.

Beberapa persyaratan juga harus dipenuhi dalam pelaksanaan kegiatan PTM, seperti guru/tenaga pendidikan harus sudah divaksin dua kali.

Sedangkan sekolah juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan seperti siswa mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara bergantian sebab kapasitas dalam kelas hanya boleh terisi maksimal 50%.

Syarat lainnya adalah tetap memakai masker, menjaga jarak 1,5 meter dalam kegiatan pembelajaran di kelas, tidak ada aktivitas kumpul-kumpul atau makan di kantin laiknya yang biasa dilakukan anak sekolah saat jam istirahat.

Jika menyimak beberapa aturan yang ditetapkan, terlihat tidak terlalu berat dan dapat diterapkan di sekolah.

Namun ada hal yang mesti ditilik lebih lanjut, yaitu jenjang siswa yang mengikuti PTM terbatas ini, yang mana adalah siswa SMA, SMK, MA, SMP, MTs, SD, MI, dan program kesetaraan.

Sepert diketahui, siswa rata-rata memiliki kepribadian yang aktif. Mereka senang bercanda dan bemain dengan teman sebayanya, yang artinya aktivitas itu dilakukan dengan jarak yang dekat (bahkan bersentuhan). Apalagi mereka sudah tidak bertemu selama kurang lebih satu setengah tahun.

Hal ini mengindikasikan ada kemungkinan mereka akan sulit dicegah untuk tetap bercengkerama satu sama lain bila telah bertemu.

Jika mereka diberi tahu mengenai protokol kesehatan juga mungkin tidak semua anak dapat menangkap dan mengertinya dengan baik. maka diperlukan edukasi dan sosialisasi prokes secara masif kepada siswa.

Seperti halnya Kota Cirebon yang telah membuka pembelajaran tatap muka hari pertama dengan protokol kesehatan yang sangat ketat di sejumlah sekolah pada Senin, (6/9/2021).

Kepala Seksi Peserta Didik Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih mengatakan pelaksanaan PTM terbatas masih dikombinasikan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Istilahnya blended learning. Sekolah yang melaksanakan PTM terbatas hari ini untuk SMP sebanyak 33 sekolah, dan SD berjumlah 103 sekolah yang terdiri dari 18 SD swasta dan 85 SD negeri,” kata Ade.

Selain itu, tambah Ade, jumlah SMP negeri dan swasta di Kota Cirebon total 48 sekolah yang terdiri 17 SMP swasta dan 16 SMP negeri. Sedangkan jumlah total SD di Kota Cirebon sebanyak 136 sekolah.

“Kalau dipresentasikan ada sekitar 65,70 persen sekolah yang mulai PTM hari ini, dan sisanya melakukan PTM mulai 7 September 2021 mendatang,” jelasnya.

Hari pertama PTM, Wakil Wali Kota, Eti Herawati dan Sekretaris Daerah (Sekda), Agus Mulyadi, meninjau pelaksanaan PTM di sejumlah SMP dan SD.

Eti menegaskan, Protokol kesehatan dilaksanakan ketat di hari pertama PTM, sebab, dengan dibukanya sekolah jangan sampai terjadi kasus baru Covid-19.

“Tidak hanya di hari pertama saja. Sehingga PTM bisa berjalan dengan baik dan tidak menjadi tempat baru penyebaran Covid-19,” tegas Eti.

Sementara itu, Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi menerangkan, untuk teknis pengaturan pembelajaran di masa PPKM level 3 ini diserahkan ke sekolah masing-masing yang disesuaikan dengan karakter dan kondisi lingkungan mereka.

“Ada sejumlah catatan yang harus diperhatikan di hari pertama PTM ini seperti di SMP Negeri 1 Kota Cirebon yang menerapkan 50 persen di satu kelas. namun, masih terlihat penuh mesti ada pengaturan lagi saat PTM” terangnya.

Selain itu, lanjut Agus, letak SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Kota Cirebon saling berhadapan sehingga dibutuhkan pengaturan agar saat siswa datang maupun pulang tidak terlihat berkerumun.

“Kami berharap dengan dibukanya kembali PTM kualitas belajar akan lebih bagus. tapi yang harus kita jaga, agar penyebaran Covid-19 ini tetap melandai,” ujarnya.

Menurut Agus, hal itu dikarenakan dampak dari dibukanya PTM cukup banyak. Mulai dari pergerakan lalu lintas yang tinggi, pergerakan manusia yang semakin intens termasuk pergerakan ekonomi yang mulai naik.

“Kita akan terus menjaga agar pembukaan sektor pendidikan tidak diikuti dengan penambahan kasus,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Kota Cirebon, Nendi mengapresiasi gugus tugas Covid-19 Pemda Kota Cirebon yang telah mengizinkan PTM.

“SMA Negeri 1 hari ini mulai menerapkan PTM dengan kapasitas setiap kelas 50 persen,” ungkap Nendi.

Sebelum masuk kelas, kata Nendi, setiap siswa harus melewati screening suhu. Jika suhu tubuh di atas 37 derajat, maka diarahkan ke gazebo dan tidak diizinkan masuk ke kelas.

“Tapi hari ini tidak ada yang suhunya di atas 37 derajat. Siswa juga diwajibkan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang telah disiapkan sebelum masuk kelas serta ruangan yang berpendingin udara, kacanya juga dibuka lebar,” tutup Nendi.

  • Reporter: Denny Heryanto
  • Editor: Dewi Fitri Kurniawan
  • Redaktur: Joko Rumanto
  • Pemred: Dwi Dewi Nurhasanah
Bagikan Artikel Ini