Rencana Ganjil Genap Saat PPKM, Begini Saran DPRD Kota Cirebon

KOTA CIREBON, DBFM – Pemkot Cirebon akan menerapkan sistem ganjil genap kendaraan pada Senin, (16/8/2021) mendatang. Sementara uji coba ganjil genap dilakukan selama dua hari yakni, Jumat dan Sabtu (13-14 Agustus) di delapan ruas jalan protokol Kota Cirebon pada pukul 13.00 – 17.00 WIB.

Terkait kebijakan sistem ganjil genap ditengah masa PPKM banyak menuai polemik di masyarakat, oleh karena itu Komisi I DPRD menggelar rapat bersama Walikota Cirebon dan Kapolres Cirebon Kota di ruang Griya Sawala, Kamis (12/8/2021).

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Mohamad Handarujati Kalamullah mengatakan, selama ini DPRD menjadi corong dalam membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19. namun, DPRD belum dilibatkan dalam pembahasan soal penerapan ganjil genap.

“Kita sudah mendengarkan paparan dari Walikota dan Kapolres bahwa kebijakan tersebut sebagai upaya menekan mobilitas warga dalam rangka pencegahan Covid-19,” kata Andru.

Sedangkan Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani meminta agar Pemkot Cirebon mempertimbangkan sistem ganjil genap. Ia menyarankan pola ganjil genap hanya diterapkan untuk kendaraan roda empat atau lebih.

“Banyak pekerja di Kota Cirebon ini yang mengandalkan motor. Saya mengusulkan agar ganjil genap ini dilakukan di perbatasan saja, dan tidak berlaku bagi kendaraan roda dua. Ini opsi,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Cirebon, Nashrudin Azis menjelaskan, kebijakan ganjil genap merupakan hasil rumusan dan kajian bersama. Selama ini Pemkot Cirebon bersama instansi lainnya telah jor-joran untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan memberlakukan PPKM darurat hingga berlevel.

Azis tak menampik dalam pelaksanaan penyekatan di lima titik pintu masuk Kota Cirebon selama PPKM menimbulkan kemacetan. Sehingga, kata Azis, ganjil genap diusulkan sebagai solusi untuk membatasi mobilitas masyarakat.

“Kondisi kita sudah sangat menurun, baik tenaga maupun materi. Kami akan terus mengevaluasi kelemahan dan kekurangannya seperti apa,” ucapnya.

Senada dengan Walikota, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan menegaskan penerapan kebijakan ganjil genap sebelumnya telah disepakati Polres Cirebon Kota, Pemkot Cirebon, Kodim 0614/Kota Cirebon, Dishub dan lainnya.

Imron berujar, delapan ruas jalan yang masuk skema ganjil genap diantaranya, Jalan Tuparev, Jalan Kartini, Jalan Cipto, Jalan Pasuketan (BAT), Jalan Pekiringan, Jalan Karanggetas, Jalan Siliwangi, dan Jalan Pemuda.

“Ada pengecualian bagi kendaraan yang boleh melintas diantaranya, ambulans, angkutan umum, angkutan daring, angkutan barang khusus BBM dan BBG, kendaraan operasional plat merah, kendaraan sembako, kendaraan pers/media dengan menunjukkan kartu identitas,” ujarnya.

Imron menerangkan, aturan ganjil genap menggunakan dua digit nomor terakhir di plat kendaraan. Dua angka tersebut dijumlahkan dan hasilnya menjadi penentu.

“Jika plat kendaraan berkategori ganjil maka untuk tanggal ganjil. Kalau plat nomor kendaraan genap berarti untuk tanggal genap,” terangnya.

Sebelumnya Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP La Ode Habibi Ade Jama menyebutkan akan mendirikan sebanyak 9 Pos Gatur untuk melakukan pengaturan lalu lintas, yakni, di Jalan Pasuketan (BAT), Pos Jalan Pekiringan, Pertigaan Asia, Pos Kejaksan, Pos BTN (Krucuk), Pos Gunung Sari, Pos Jalan Cipto, Pos Latpri, Pos Samsat, dan Pos Kedawung Tuparev.

“Selain itu personel gabungan dari Dishub, Polres Cirebon Kota, Kodim 0614/Kota Cirebon juga akan disiagakan di ruas jalan protokol yang diterapkan sistem ganjil genap,” katanya.

Kendati demikian, lanjutnya, penerapan ganjil genap ini tidak disertai sanksi tilang, namun bagi plat kendaraan yang tidak sesuai skema akan diputar balikan.

“Sistem ganjil-genap diberlakukan 16 Agustus 2021 mulai Senin hingga Sabtu dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB dengan tujuan untuk menekan mobilitas masyarakat dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” tandasnya.

  • Reporter&Foto: Denny Heryanto
  • Editor: Dewi Fitri Kurniawan
  • Redaktur: Joko Rumanto
  • Pemred: Dwi Dewi Nurhasanah