DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

PPKM Darurat, Ini Aturan Naik KA Jarak Jauh Masa Libur Idul Adha

19 Juli 2021

KOTA CIREBON, DBFM – Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto mengatakan, pada masa libur Idul Adha dari tanggal 20 hingga 25 Juli 2021, perjalanan kereta api jarak jauh hanya diperbolehkan bagi yang bekerja di sektor esensial dan kritikal serta untuk kepentingan mendesak.

Menurutnya, maksud kepentingan mendesak adalah pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh 1 orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal 5 orang.

“Kepentingan mendesak dengan menunjukkan surat keterangan perjalanan, seperti surat rujukan dari rumah sakit, atau surat pengantar dari perangkat daerah setempat, atau surat keterangan kematian, atau surat keterangan lainnya,” ungkapnya, Senin, (19/7/2021).

Selanjutnya, kata Suprapto, Bidang yang menjadi sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, TI dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan Industri orientasi ekspor.

Adapun yang termasuk sektor kritikal, yakni kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

“Dari sektor kritikal dan esensial harus menunjukkan surat tanda registrasi pekerja, atau surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 untuk pemerintahan serta berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik,” ucapnya.

Suprapto menuturkan, setiap penumpang KA jarak jauh diharuskan menunjukkan surat hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen maksimal 1×24 jam dan menunjukkan kartu vaksinasi.

“Syarat kartu vaksinasi dikecualikan bagi penumpang yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis dengan kepentingan mendesak,” ujar Suprapto.

Suprapto menegaskan, petugas akan melakukan pemeriksaan persyaratan penumpang sebelum melakukan perjalanan. Jika ada yang tidak lengkap, maka tidak diizinkan berangkat dan uang tiket dikembalikan 100%.

“Selama masa PPKM darurat yang dibatalkan berjumlah 454 tiket. bahkan penurunannya mencapai 90%. Jika kondisi normal masa pandemi sehari 2.500 penumpang namun kini hanya 250 penumpang per hari,” tandasnya.

Bagikan Artikel Ini