DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Imbas PPKM Darurat Pedagang Hewan Kurban Menjerit, Omzet Terjun Bebas

19 Juli 2021

KOTA CIREBON, DBFM – Imbas PPKM Darurat yang diterapkan menjelang Perayaan Idul adha membuat pedagang hewan kurban di Cirebon kelimpungan omzetnya terjun bebas pada tahun ini dibandingkan hari raya kurban tahun lalu.

Pantauan DBFM, suasana satu hari jelang Hari Raya Idul Adha yang biasanya ramai dengan transaksi hewan kurban, saat ini nyaris tak terasa. Ramai hewan kurban yang dijajakan di pinggir jalan tak sebanding dengan pembeli yang datang.

Mamah Nok, penjual hewan kurban di Jalan Kusnan Kelurahan Kesenden Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon mengaku selain sudah keluar modal banyak dan biaya operasional, pembeli tahun ini berkurang drastis akibat ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 ditambah pula dengan diberlakukannya PPKM Darurat.

“Imbas PPKM omzet saya terjun bebas sampai 70 persen dan saya juga kehilangan 30 pelanggan di tahun ini. mau nganterin pesanan kambing jalan ditutup semua akhirnya dibatalkan. masa PPKM juga banyak pelanggan jadi enggan berkurban,” ucapnya lirih, Senin, (19/7/2021).

Ia mengatakan mencoba memutar otak dengan memasarkan dagangan hewan kurban melalui media sosial, namun cara tersebut tidak efektif pasalnya, saat pengiriman hewan kurban akses jalan ditutup hingga jalan tikus bahkan pembeli juga enggan datang langsung.

Berkaca pada kondisi Idul Adha tahun sebelumnya, mamah Nok hanya berani menjajakan total sebanyak 70 hewan kurban saja tahun ini. Namun, hingga H-1, dari 70 kambing kurban yang dijajakan, Ia mengaku masih tersisa 50 ekor.

Menurutnya meski tahun kemarin pandemi tapi masih bisa menjual sekitar 90 kambing kurban, namun sekarang Ia mengaku menjual 2 ekor sehari saja sulit.

“Saya buka lapak disini 24 jam, kalau malam gelap tidak boleh ada lampu penerangan bahkan lampu jalan juga dimatikan, gimana omzet ngga terjun bebas coba,” tuturnya.

Di lapaknya, mamah Nok menjual kambing mulai dari harga Rp2,2 juta hingga yang paling mahal Rp6 juta. Sedangkan untuk menyiasati, Ia banting harga yang penting bisa terjual meskipun keuntungan sangat tipis.

“Efek PPKM darurat sekarang ini boleh dibilang terasa banget dampaknya. paling parah selama puluhan tahun saya jualan hewan kurban disini, saya harap pemerintah tidak perpanjang PPKM darurat,” ujarnya lesu.

Sementara itu Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati meminta maaf dengan diterapkannya PPKM Darurat di Kota Cirebon.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon usai meninjau titik penyekatan kendaraan di Kedawung pada Kamis, 15 Juli 2021.

“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan warga akibat penerapan PPKM Darurat, terutama yang ingin masuk ke Kota Cirebon. dengan adanya penyekatan ini semata-mata demi menurunkan angka kasus positif Covid-19,” ungkapnya.

Meski begitu, Eti mengatakan warga masih bisa masuk ke Kota Cirebon apabila memenuhi persyaratan. seperti surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes antigen maupun PCR dan surat keterangan telah divaksinasi.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan memaparkan, ada 18 titik penyekatan dan penutupan jalan 24 jam termasuk di dalam Kota diantaranya, Perempatan Gunungsari, Perempatan Latpri, Perempatan Kejaksan, Perempatan BAT, Perempatan Ariodinoto, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Pekiringan, Jalan Pilang Kedawung, Perempatan Perumnas, Pertigaan penggung, Pertigaan Kalitanjung, Bunderan Kedawung arah Tuparev, Perempatan Cideng, Jalan Pemuda dan Pos Penutupan Penggung,

Sedangkan Pos Penyekatan yaitu, Pos Penyekatan Kedawung, Pos Penyekatan Kalijaga dan Pos penyekatan Bakorwil krucuk.

“Sudah ada sekitar 18 titik, termasuk di dalam kota, penyekatan dilakukan untuk meminimalkan mobilitas warga dan juga untuk menjamin keselamatan warga Kota Cirebon,” tegas Imron. 

Bagikan Artikel Ini