Satpol PP Kota Cirebon Bentuk Lima Tim Patroli dan Penindakan Pelanggar PPKM Darurat

KOTA CIREBON, DBFM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Cirebon membentuk lima tim untuk berpatroli dan menindak pelanggar aturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3-20 Juli 2021.

Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Edi Siswoyo mengatakan, dalam masa PPKM darurat ini anggota Satpol-PP Kota Cirebon dibagi lima tim untuk lima kecamatan yang masing-masing bertanggung jawab di wilayahnya.

“Petugas akan melakukan tindakan tegas bagi pelaku usaha yang bukan esensial. untuk rumah makan yang masih membuka, bangkunya ditutup dan harus take away,” jelas Edi, Sabtu, (3/7/21).

Menurutnya, selama dua hari hanya mengunjungi dan melakukan pengawasan. Sedangkan hari senin dimulai penindakan.

“Bagi yang tidak memakai masker langsung didenda Rp100 ribu dan bagi pelaku usaha yang melanggar akan disidangkan di tempat pada hari kamis,” tegasnya.

Edi berujar, untuk jumlah personil yang dikerahkan berjumlah 60 orang yang dibagi lima tim patroli sekaligus penindakan sedangkan di pos penyekatan ada Satlinmas yang bertugas.

Sementara itu, SPPNS Satpol-PP Kota Cirebon Mochamad Rahmat Hidayat menambahkan, tuntutan bagi pelanggar, berdasarkan Perda No.2 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit di Kota Cirebon dengan ancaman kurungan maksimal 3 bulan dan denda maksimal Rp50 juta.

“Jika pelaku usaha tersebut terus membandel, maka tindakan pencabutan izin akan diterapkan. Kalau sudah disidang satu kali, kemudian masih membandel dan melakukan pelanggaran berulang, izin langsung dicabut,” tandasnya.