Pasar Tradisional Jadi Perhatian Wali Kota Cirebon Selama PPKM Darurat

KOTA CIREBON, DBFM – Pasar tradisional rentan menjadi tempat penularan Covid-19 salah satunya akibat sarana pencegahan yang dinilai belum memadai. Sebab, keramaian di pasar seringkali membuat jarak interaksi antar orang tak terjaga.

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis menegaskan, pasar tradisional menjadi salah satu potensi penyebaran Covid-19. maka dari itu, guna menghindari munculnya cluster pasar, penerapan protokol kesehatan harus lebih diperketat.

“Untuk itu, saya meminta Dirut Perumda Pasar untuk lebih meningkatkan penerapan Prokes di pasar tradisional selama PPKM darurat,” tegas Azis, Kamis, (1/7/2021).

Menurutnya, pasar tradisional merupakan salah satu tulang punggung yang menyangga perekonomian masyarakat. namun, akibat adanya lonjakan kasus Covid-19 saat ini, keberadaan pasar perlu diwaspadai karena memiliki potensi besar untuk menjadi pusat penyebaran Covid-19.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo resmi mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali sejak 3 sampai 20 Juli 2021.

Dalam aturan PPKM Darurat ini, supermarket dan pasar tradisional tetap beroperasi hingga pukul 20.00 dengan kapasitas 50 persen pengungjung. Sementara, pusat perbelanjaan alias mal ditutup.