DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Melalui Berbagai Inovasi Kota Cirebon Peringkat Ketiga Percepatan Vaksinasi di Jabar

5 Juni 2021

KOTA CIREBON, DBFM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi menyatakan, melalui berbagai inovasi Kota Cirebon mendapatkan urutan tertinggi ketiga dalam pelaksanaan percepatan vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat.

Hal tersebut berdasarkan progres cakupan percepatan vaksinasi Covid-19 di kabupaten dan kota di Jawa Barat.

“Ada tiga kabupaten dan kota yang memiliki cakupan vaksinasi tertinggi yakni Kota Cimahi, Kota Bandung dan Kota Cirebon,” kata Agus, Jumat, (4/6/2021).

Menurutnya untuk cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kota Cirebon sebanyak 66,99 persen dan dosis kedua mencapai 52,87 persen.

“Sedangkan cakupan vaksinasi Covid-19 untuk lansia, Kota Cirebon masuk urutan keempat setelah Kota Bogor, Kota Cimahi dan Kota Bandung,” ucapnya.

Adapun itu, lanjut Agus, vaksin untuk lansia dosis pertama sebanyak 24,61 persen dan dosis kedua mencapai 17,67 persen.

“Tingginya cakupan vaksinasi Covid-19 di Kota Cirebon karena sejumlah langkah strategis yang dilakukan. Yaitu, mulai dari meningkatkan rata-rata harian orang yang divaksin setiap hari,” tuturnya.

Agus menyebut, di awal vaksinasi Covid-19, jumlah warga yang divaksin mencapai 600 an orang setiap hari. Angka ini dianggap belum cukup tinggi karena hanya mengandalkan jaringan puskesmas di Kota Cirebon.

Selanjutnya, kata Agus, cakupan vaksinasi harian ditingkatkan antara 1.500 hingga 3.000 orang per hari. Caranya yaitu menjalin kerjasama dengan rumah sakit pemerintah, swasta, politeknik, fakultas kedokteran, dan layanan kesehatan lainnya.

“Sehingga hal ini bisa mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Cirebon, sampai akhirnya Kota Cirebon bisa masuk tiga besar untuk cakupan vaksinasi Covid-19 di Jabar,” ungkapnya.

Khusus vaksinasi Covid-19 untuk lansia diakui Agus tidak secepat sebelumnya. Karena memang tergantung ketersediaan vaksin yang datang.

“Namun kemarin sudah datang lagi vaksin sebanyak 450 multidos dan diharapkan bisa mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk lansia,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Katibi, hingga 1 Juni 2021 lalu pihaknya sudah melakukan rapid test antigen sebanyak 9.566 dengan hasil reaktif berjumlah 117 orang. 

“Untuk swab test PCR telah dilakukan mencapai 33.414 dengan hasil positif sebanyak 5.646, Sedangkan jumlah yang meninggal dunia hingga 1 Juni 2021 berjumlah 213 orang,” jelasnya.

Ditambahkan Katibi, pasca libur Idul fitri lalu, pihaknya mengaku sudah melakukan tracing dan testing. adapun sebelumnya test PCR dilakukan hanya 150 per hari menjadi 200 lebih test PCR per hari.

“Terbanyak pada 24 Mei 2021 dengan jumlah 279 dan 25 Mei 2021 mencapai 265 test PCR. selain itu, testing kami lakukan pada kelompok yang berisiko tinggi dan tempat-tempat keramaian,” ungkap Katibi.

Strategi Jemput Bola Bagi Penyandang Disabilitas

Setelah menggenjot percepatan vaksinasi yang diberikan kepada tenaga kesehatan, pekerja pelayanan publik, dan masyarakat lanjut usia. Strategi jemput bola juga akan dilakukan bagi penyandang disabilitas guna mendapatkan akses vaksinasi Covid-19.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon kini mulai melakukan pendataan penyandang disabilitas untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

DSPPPA Kota Cirebon mencatat ada 525 penyandang disabilitas yang terdiri dari penyandang disabilitas fisik, intelektual, sensorik, dan mental. Namun, dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya memenuhi persyaratan untuk divaksin.

“Dari 525 orang ini, 60 orang di antaranya memenuhi persyaratan dari segi usia dan persyaratan lainnya, dan baru 17 orang yang bersedia divaksin, data ini kemungkinan akan berubah, mudah-mudahan terus bertambah,” ujar Kepala Bidang Sosial DSPPPA Kota Cirebon, Aria Dipahandi.

Menurutnya, untuk vaksinasi Covid-19 terhadap penyandang disabilitas ini sudah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai pihak teknis yang melakukan vaksin.

“Koordinasi belum terlalu intens tapi sudah pernah diawali. untuk jadwal vaksin maupun tempatnya belum ditentukan,”  ujarnya.

Ia menegaskan, data penyandang disabilitas akan terus diperbaharui agar jumlahnya sesuai dengan kondisi saat ini.

“Kadang ada yang meninggal dunia, barangkali ada yang sembuh, makanya kenapa untuk penyandang disabilitas ini kami terus update dan data terbaru adalah 525 orang,” tegasnya.

Ditempat yang sama Pendamping Disabilitas DSPPPA Kota Cirebon, Nakiah Dimitri Kertanegara, mengatakan dari total 525 penyandang disabilitas yang termuda adalah umur 9 tahun dan tertua umur 59 tahun.

“Sehingga dari segi umur ada yang tidak memungkinkan untuk divaksin, karena ada yang masih di bawah umur 18 tahun,” katanya.

Pihaknya mengaku sudah berkeliling mengunjungi penyandang disabilitas untuk menyampaikan rencana vaksinasi Covid-19.

“Hambatannya ada. Misalnya penyandang disabilitas mental, mereka harus didampingi keluarga, sebab sebelum divaksin ada proses screening kesehatan,” ucapnya.

Ia mengakui, diantara mereka ada juga yang telah memenuhi persyaratan vaksin namun justru enggan untuk divaksin.

“Banyak juga yang melihat dari media sosial bahwa efeknya vaksin itu begini. Jadi diantara mereka ini ada yang mau dan ada yang tidak mau,” ujarnya.

Meski demikian, DSPPPA Kota Cirebon terus berupaya dengan cara berkunjung kerumah untuk melakukan pendekatan emosional kepada penyandang disabilitas.

“Kita door to door  terhadap mereka dan hampir setiap hari kita lakukan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Cirebon Trimulyaningsih, S.K.M., M.K.M., mengatakan, pihaknya memang sudah berkoordinasi dengan DSPPPA Kota Cirebon terkait data penyandang disabilitas.

“Hanya saja sasaran vaksin dari penyandang disabilitas ini belum kita terima secara pasti, misalnya usia di bawah umur masih masuk. Namun kita terus berkoordinasi terkait data ini sehingga Dinkes akan menerima data real penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan untuk divaksin,” tukasnya.

Bagikan Artikel Ini