Dukungan Keluarga Dinilai Mampu Percepat Vaksinasi Lansia di Kota Cirebon

KOTA CIREBON, DBFM – Sebagai salah satu kelompok yang rentan terpapar virus corona, lansia menjadi prioritas dalam pemberian vaksin Covid-19. namun, pada pelaksanaannya vaksinasi bagi lansia masih jauh dari harapan.

Kendati demikian peranan dan dukungan keluarga sangat penting untuk memastikan setiap anggota keluarga bisa memperoleh akses vaksinasi Covid-19, dan tentunya akan berpengaruh kepada keberhasilan program vaksinasi nasional.

Salah satu keluarga penerima vaksin Nani Rumini (65) asal Kelurahan Pegambiran Kota Cirebon menceritakan awalnya takut untuk divaksin, pasalnya banyak berita hoax terkait efek dari vaksinasi.

“Namun anak saya memberikan motivasi sekaligus dukungan untuk divaksin. dan anak saya juga bilang jangan mudah percaya isu soal vaksin,” kata Nani.

Tak dipungkiri, sebelum diberikan vaksin Covid-19, Nani sempat merasa takut dan gugup. Ia mengaku tangannya sempat gemetaran sebelum mendapatkan suntikan vaksin.

Namun, setelah mendapatkan vaksin, ia merasa senang dan bangga karena bisa mendapatkan vaksin pertama untuk lansia di Kota Cirebon.

“Bangga, senang akhirnya bisa divaksin. Ini vaksin pertama, bangga lah. Awalnya sempat ndredeg (gemetaran) dan sempat tensi tinggi,” ucap Nani.

Nani menuturkan, sebelum mendapatkan vaksin Covid-19 harus melalui tahapan screening dan sebelum dilakukan pengukuran tensi darah, ia diwawancara oleh psikolog terlebih dahulu.

“Ditanya psikolog, lalu ditensi, setelah itu cek gula dan kolesterol. Kalau sudah oke semua baru divaksin,” kata dia.

Nani mengatakan, suntikan vaksin tidak terlalu sakit, rasanya sama dengan suntikan biasa lainnya.

“Setelah disuntik, rasanya sama aja dengan suntikan lainnya. Tidak ada keluhan apa-apa, cuma lapar dan ngantuk aja sih,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa saat mendapatkan suntikan, penerima harus dalam keadaan tenang.

Sebagai persiapan diri sebelum mendapatkan vaksin, Nani terlebih dulu sarapan dan makan buah-buahan serta minum air putih hangat.

Setelah mendapatkan vaksin, Nani memberikan semangat dan dukungan kepada lansia di sekitar rumahnya agar tidak takut untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Adapun itu, Pemerintah Daerah Kota Cirebon pasca libur Idul Fitri terus meningkatkan capaian vaksinasi bagi warga lanjut usia.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Katibi M.K.M mengatakan jumlah vaksin di Kota Cirebon mendapatkan penambahan sebanyak 1.860 vial untuk 9.300 sasaran pada 10 Mei 2021 lalu.

“Jadwal pemberian vaksin ini hanya libur selama empat hari saja, terhitung 12 Mei hingga 16 Mei, kemudian 17 Mei jadwal vaksinasi dilaksanakan kembali,” tuturnya, Jumat, (21/5/21).

Ia menambahkan, pada bulan puasa kemarin, jumlah lansia yang divaksinasi belum meningkat secara signifikan.

“Mungkin ada kekhawatiran vaksin saat puasa, meski sebetulnya bagi lansia yang divaksin saat puasa tidak ada keluhan apa-apa,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada anggota keluarga yang terdapat lansia di dalamnya agar bisa memotivasi sehingga bersedia untuk divaksin.

“Peran keluarga signifikan untuk memberikan motivasi, misalnya anak memotivasi orang tuanya yang sudah berusia lanjut,” ucapnya.

Selain itu, petugas vaksin juga melakukan jemput bola terhadap lansia yang akan divaksin, diantaranya dengan melaksanakan vaksinasi di pos-pos pelayanan di tiap RW.

“Karena lansia kadang gerakannya terbatas, mereka biasa ada di rumah, sehingga kita dekatkan pelayanan di tiap RW,” kata dr.Katibi.

Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans Imunisasi Dinkes Kota Cirebon, Bastijan, S.K.M. mengungkapkan, dari total 1.860 vial vaksin yang telah dikirim pada 10 Mei lalu masih kurang, meski dari jumlah tersebut hingga saat ini vaksinnya belum habis.

“Karena mengingat Kota Cirebon terus mengupayakan vaksinasi bagi lansia ini sebetulnya jumlah itu masih kurang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Dinkes Kota Cirebon melakukan ajuan tambahan vaksin melalui Dinkes Provinsi Jawa Barat.

“Pengadaan vaksinnya kita ajukan lagi. Sebetulnya semakin cepat habis vaksinnya, maka semakin cepat kita bisa dapatkan vaksin tambahannya,” kata Bastijan.

Menurutnya, dalam satu hari, vaksinasi di Kota Cirebon bisa dilakukan di lebih 10 titik. Selain lansia, vaksinasi juga dilakukan kepada tenaga pendidik SMA untuk pemberian yang kedua.

Berdasarkan data vaksinasi di Dinas Kesehatan Kota Cirebon per Kamis, 20 Mei 2021, tenaga kesehatan dengan total 4.886 sasaran, pada vaksinasi ke-1 sudah 3.757 jiwa yang divaksin atau tercapai 76,89 persen dan tunda 231 jiwa atau 4,73 persen,

Pada vaksinasi ke-2 terdapat 3.423 jiwa atau 70,06 persen dan tunda 9 jiwa atau 0,18 persen. untuk petugas publik terdapat 24.620 sasaran, pada vaksinasi ke-1 terdapat 29.306 jiwa atau 119,03 persen dan tunda 661 jiwa atau 2,68 persen.

Selain itu, pada vaksinasi ke-2 terdapat 23.399 jiwa atau 95,04 persen dan tunda 54 jiwa atau 0,22 persen. Sementara untuk lansia terdapat 34.812 sasaran, pada vaksinasi ke-1 terdapat 7.952 jiwa atau 22,84 persen dan tunda 174 jiwa atau 0,50 persen, pada vaksinasi ke-2 terdapat 3.266 jiwa atau 9,38 persen dan tunda 5 jiwa atau 0,01 persen.