Bea Cukai Berikan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Untuk Industri Kecil Menengah

Bagikan Artikel Ini

KABUPATEN CIREBON, DBFM –Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Jawa Barat bersama Kantor Bea dan Cukai Cirebon menghadiri ekspor perdana secara mandiri CV.Flamingo Rattan yang bertempat di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.

Kepala Perwakilan Kanwil Bea Cukai Jawa barat Saifullah Nasution mengatakan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan program pemerintah, yakni Pemulihan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi.

“Untuk pemulihan ekonomi sekarang yaitu, investasi dan ekspor. oleh karena itu kami diminta pimpinan untuk membantu perusahaan di daerah untuk bisa ekspor,” ungkapnya, Kamis, (1/4/2021).

Menurutnya dengan ekspor, devisa negara akan masuk tapi bukan untuk pemerintah namun masuk ke perusahaan bahkan berdampak pada perputaran ekonomi yang bisa tumbuh di semua sektor usaha.

“Untuk itu kami memberikan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor tapi khusus Industri Kecil Menengah (KITE-IKM),” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Saifulah, diberikan juga kemudahan prosedural artinya impor dan ekspor akan dipercepat dengan tujuan menekan biaya produksi 10% hingga 20%.

Sementara itu, Pemilik CV.Flamingo Rattan, Sylvester Stallone Mapalulo mengaku bangga sekarang bisa mengekspor dengan nama sendiri karena sebelumnya selama dua tahun menggunakan nama perusahaan lain (undername).

“Dengan nama sendiri bisa memberikan kepercayaan dari buyyer, dan tentunya dibantu juga oleh Bea Cukai, dan hari ini kita akan ekspor ke Jerman dan Argentina,” ucapnya.

Ia mengatakan, bahan baku rotan berasal dari Sulawesi, namun saat ini kekurangan mendapatkan bahan baku karena ada pihak luar yang membeli langsung ke petani.

“Infonya ada orang luar dari Indonesia yang masuk ke desa-desa, potong jalur membeli langsung ke petani lalu mereka ekspor sendiri dan itu ilegal,” katanya.

Ia berharap agar pemerintah bisa meminimalisir penyelundupan bahan baku rotan secara ilegal. Seperti diketahui selain dari Sulawesi, Kalimantan pun kerap menjadi daerah penyelundupan rotan ilegal ke luar Indonesia.

Bagikan Artikel Ini