Bikin SIM D, Ini Layanan Khusus dari Satlantas Polres Cirebon Kota untuk Penyandang Disabilitas

Bagikan Artikel Ini

KOTA CIREBON, DBFM — Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota kini memberikan pelayanan khusus bagi penyandang disabilitas atau difabel dalam pembuatan surat izin mengemudi (SIM) D.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan melalui Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP La Ode Habibi Ade Jama menuturkan, sebagai perlakuan hukum yang sama di bidang lalu lintas tentunya harus memiliki atau membuat SIM D (Difabel). Dengan demikian, masyarakat penyandang disabilitas tetap bisa beraktivitas sebagaimana orang normal pada umumnya.

“Hal ini sudah sesuai peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang mulai berlaku 19 Februari 2021. Perpol tersebut menggantikan Perpol Nomor 9 Tahun 2012,” tuturnya, Kamis, (11/3/2021).

Habibi menjelaskan dengan ditetapkannya Perpol Nomor 5 Tahun 2021, maka mulai saat ini penggolongan SIM menjadi sebelas yaitu, SIM A, A umum, SIM B I, B I umum, SIM B II, B II umum, SIM C, C I, C II, dan SIM D, SIM D I. kendati demikian, golongan SIM di Indonesia masih tetap terbagi empat jenis yakni, SIM A, B, C, dan SIM D.

“SIM D, diperuntukan bagi penyandang disabilitas yang setara dengan golongan SIM C. dan SIM D I untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang disabilitas yang setara dengan golongan SIM A,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Habibi, ujian teori dan praktek SIM D sama dengan pembuatan SIM C atau SIM A. namun, kendaraan yang digunakan untuk praktek menggunakan kendaraan pribadi (milik penyandang disabilitas) pasalnya, di Polres Cirebon Kota belum menyediakan kendaraan disabilitas.

“Sejak tahun 2016 sampai dengan saat ini, pembuatan SIM D hanya ada tiga pemohon. dengan rincian tahun 2016 ada satu pemohon dan tahun 2019 ada dua pemohon,” ujarnya.

Sementara itu Kasubbag Humas Polres Cirebon Kota, Iptu Ngatidja menambahkan, SIM A diperuntukan untuk mobil penumpang dan barang perseorangan. sedangkan SIM A umum untuk kendaraan bermotor umum dan barang.

“SIM A ini diperuntukan untuk mengendarai mobil penumpang dan barang dengan jumlah berat maksimal 3.500 Kg,” katanya.

Kemudian, kata Ngatidja, SIM B I untuk mobil penumpang dan barang perseorangan. SIM B I umum untuk kendaraan bermotor umum dan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 Kg.

“Selain itu, SIM B II dan SIM B II umum untuk mengendarai alat berat, kendaraan berat, atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan. dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg,” ucapnya.

Selanjutnya, untuk SIM C digunakan bagi kendaraan sepeda motor dengan CC di bawah 250 CC. SIM C I digunakan bagi kendaraan sepeda motor dengan CC di atas 250 CC dan maksimal 500 CC.

“Sedangkan SIM C II digunakan untuk kendaraan sepeda motor dengan CC di atas 500 CC,” tutup Ngatidja.

Bagikan Artikel Ini