DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Ini Fakta Baru Yang Terungkap Di Sidang Lanjutan Dugaan Rekayasa Buku Nikah

4 Februari 2021

BANDUNG – Fakta baru terungkap dalam sidang lanjutan dugaan rekayasa buku nikah Ketua Komisi Perlindungan Anak (KPAID) Kabupaten Cirebon, FS, yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, Kamis, (4/2/21).

Kuasa Hukum IL, Razman Arif Nasution mengatakan sidang kali ini, suami IL yakni IE memberikan keterangan bahwa pada tahun 2003 IE menikah secara siri dengan Fifi tidak ada perjanjian tertulis apapun di atas kertas, dan tidak pernah IE menandatangngani buku nikah.

“IE bilang, mengenal fifi di suatu tempat kemudian berlanjut sampai pernikahan siri, tidak ada komitmen apapun apalagi sampai tanda tangan di buku nikah, karena cuma nikah siri,” kata Razman.

Razman mengungkapkan, yang memberikan kesaksian lainnya yakni, Kepala Dusun Gito yang menjadi perwakilan Kepala Desa Bantarsari mengaku kalau fifi menikah secara resmi dengan pria bernama Warsono di desa tempat tinggal fifi, kemudian bercerai tanpa mempunyai anak.

“Ini fakta baru, fifi pernah menikah secara resmi dan di pestakan dengan pria bernama Warsono. Nah ini, kenapa di buku nikah versi fifi lokasi pernikahanya tidak di desanya. tapi, di desa lain, karena jika di desanya, ada datanya kalau fifi pernah menikah,” ungkapnya.

Razman juga mempertanyakan, dua anak yang di klaim oleh fifi sebagai anak dari hasil perkawinan dengan IE. Sementara, dalam kesaksian di ruang sidang, IE tidak mempunyai anak selama menikah siri dengan fifi.

“Dengan Warsono tidak mempunyai anak, dengan IE tidak punya anak. kemudian itu anak siapa yang dibuatkan akta kelahiran, itu anak angkat. kami curiga ada indikasi lain, yaitu harta gono gini, ini ada kepentingan pribadi dan sudah ada niat jahat dari awal pernikahan siri dengan IE,” lanjut Razman.

Pihaknya memaparkan dalam buku nikah versi fifi, IE merupakan duda mati, dan fifi berstatus perawan atau gadis. faktanya, sudah menikah pada tahun 90an saat orang tuanya masih hidup, karena yang menjadi wali nikahnya bapak kandungnya.

“Kesaksian itu diberikan oleh Warsan tetangga kampung fifi, kalau fifi sudah menikah sebelumnya dan mengaku berstatus perawan atau gadis ini sudah cacat administrasi dan pernikahan yang di klaim Fifi tidak sah, sesuai dengan bukti tertulis kita singkronkan dengan fakta,” ujarnya.

Razman menambahkan, kesimpulan sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Hastin Kurnia Dewi, Hakim Anggota Jimi Klaus Pardede dan Dikdik Sumantri serta Panitera Iin Novitalina. adapun keterangan saksi fakta dan ahli, telah terjadi serangkaian kebohongan.

“Kebohongan diantaranya status pernikahan mempelai wanita sudah menikah tapi tertulis status perawan dan wali nikah kemudian dinyatakan masih hidup menjadi wali pernikahan fifi, tapi fakta sudah meninggal dunia,” tandasnya.

Bagikan Artikel Ini