DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Kota Cirebon Kembali Terapkan PSBB Proporsional

27 Januari 2021

KOTA CIREBON, DBFM — Pemerintah Daerah Kota Cirebon kembali melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Penerapan tersebut tercantum pada surat edaran yang ditandatangani oleh Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, Nomor 443/SE.04/PEM tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara Proporsional dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Cirebon.

Dasar dikeluarkannya surat edaran Wali Kota Cirebon mengacu pada keputusan Gubernur Jawa Barat No 443/Kep.33-Hukham/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar secara Proporsional di Jabar dan Surat Edaran Gubernur Jabar No 15/KS.01/HukHam tanggal 25 Januari 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam Rangka Penanganan Covid-19 di Provinsi Jabar.

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengatakan, PSBB secara proporsional di Kota Cirebon berlaku mulai 27 Januari hingga 8 Februari 2021.

“Tapi kami tetap memperhatikan faktor ekonomi,” ungkap Wali Kota usai melakukan rapat pembahasan pemberlakuan PSBB secara proporsional di Ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon, Rabu, (27/1/21).

Azis menyatakan dengan penerapan PSBB secara proporsional kegiatan perekonomian masyarakat tetap diperbolehkan namun ada pembatasan.

Pihaknya pun memastikan pelaksanaan PSBB proporsional ini Pemda Kota Cirebon memiliki strategi untuk mengurangi pergerakan masyarakat di perkampungan. Diantaranya dengan memperkuat edukasi dan sosialisasi pencegahan Covid-19 di tingkat kecamatan.

“Warga yang terpapar covid-19 juga akan ditangani di tingkat kecamatan, mereka akan diisolasi di satu tempat yang sudah disiapkan oleh kecamatan dan kelurahan,” jelasnya.

Untuk itu, kata Azis, setiap camat dan jajarannya sudah diinstruksikan untuk mencari ruangan atau gedung di wilayah mereka dan akan dijadikan tempat isolasi.

“Disiapkannya tempat isolasi ini dengan alasan isolasi mandiri di rumah tidak efektif, mereka masih bisa jalan kemana-mana,” tukas Azis.

Bagikan Artikel Ini