DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Bawang Goreng Mamah Rosi Tetap ‘Renyah’ Meski Diterjang Badai Pandemi Covid-19

19 Januari 2021

KOTA CIREBON, DBFM — Pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona baru SARS-CoV-2 telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Dampak ini dapat dirasakan hampir di seluruh sektor perekonomian.

Pandemi Covid-19 hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhirnya. Sektor ekonomi diketahui menjadi salah satu yang terdampak pandemi Covid-19.

Meski demikian, ternyata tak semua bisnis mengalami keterpurukan selama pandemi Covid-19. Salah satunya yang mampu bertahan adalah bisnis bawang goreng rumahan milik Mamah Rosi asal Cirebon.

Di tengah pandemi Covid-19, bisnis bawang goreng rumahan milik mamah rosi justru makin gencar berinovasi dengan memanfaatkan digitalisasi.

Hal tersebut tentu berkat kegigihan dan ketekunannya dalam mengelola bisnis. Penasaran dengan kisah Mamah Rosi saat merintis bisnis bawang goreng ini?

Berikut kisah inspiratif Mamah Rosi yang bisa bertahan dengan bisnisnya di terjang badai pandemi Covid-19.

Kepada DB Radio, Mamah Rosi menceritakan awal bisnisnya dari keisengan ketika masih bekerja di Jakarta pada tahun 2017 lalu.

“Idenya waktu itu ada temen kantor main kerumah, dia nyobain bawang goreng aku, terus dia bilang, coba deh mamah kamu yang bikin, nanti aku pesen,” ujarnya, Selasa, (19/1/21).

Setelah itu, Ia pun mencoba membuat bawang goreng lalu dibawa ke tempat dia bekerja.

“Ternyata temen-temen aku pada suka, terus aku kepikiran kenapa ngga dilanjutin aja,” katanya.

Mamah Rosi menuturkan usahanya dimulai sejak tahun 2017 ketika masih bekerja di Jakarta hingga akhirnya Ia memutuskan untuk tidak bekerja dan memantapkan usaha bawang gorengnya pada tahun 2018.

Selanjutnya Ia merintis usaha bawang goreng dengan menjualnya melalui berbagai platform digital seperti media sosial, marketplace dan e-Commerce hingga bekerjasama di beberapa toko oleh-oleh khas Cirebon.

“Alhamudillah, sebelum pandemi omset saya perbulan bisa tembus sampai 15 Jutaan,” ucapnya.

Dewi fortuna kembali menghampiri dirinya saat terpilih menjadi UMKM Binaan Bank Indonesia Cirebon untuk mengikuti Pameran Karya Kreatif UMKM di Jakarta Convention Center (JCC) pada tahun 2019.

Presiden Joko Widodo yang saat itu meresmikan acara tersebut menghampiri dirinya kemudian ajudannya meminta kartu nama Mamah Rosi.

(Foto: Sebelum Pandemi Covid-19)

“Awalnya Bapak cuma lewat liat-liat karena stand banyak tapi tiba-tiba mundur ke stand aku, mungkin denger aku nawarin bawang yang terinspirasi dari makanan daerah, terus Presiden nanya, kenapa mau jual bawang kan masih muda, terus bilang gimana jualan seru ngga,” ungkapnya.

Menjadi UMKM Binaan Bank Indonesia tidaklah mudah, Ia menuturkan mesti mempunyai semangat planning bisnis dan bisa memperdayakan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Selain kualitas bawang sumenep yang bagus, ada juga SOP dari dinkes, label halal, dan bisa menjadi pembeda dari usaha sejenis,” tuturnya.

Selain itu, Ia menjelaskan varian bawang goreng Mamah Rosi memiliki bermacam rasa, seperti rasa original bawang merah, bawang pedas, bawang rebon, terasi bawang, dan bawang putih original dengan harga mulai Rp35 ribu hingga Rp45 ribu.

“Varian yang baru yang disuka konsumen yakni kombinasi rasa rebon dan rasa empal gentong di mix jadi satu,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan sebelum badai pandemi Covid-19 menghantam perekonomian Indonesia, pemasaran bawang goreng sampai ke luar kota seperti, Jakarta, Denpasar, Samarinda bahkan ke Jepang dan Korea.

Ia tak menampik wabah Covid-19 telah meluluhlantakkan seluruh lini bisnis UMKM. namun kerja keras dan inovasi adalah dua kunci agar bisnisnya mampu dalam mensiasati penurunan omset.

“Sebelum pandemi hampir 50% usahaku kerjasama dengan oleh-oleh khas Cirebon, namun saat pandemi semua berubah. dan ada 11 orang yang bekerja memproduksi bawang, tapi sekarang aku bagi shift biar adil,” katanya.

Kendati demikian, Ia masih memiliki semangat tinggi justru semakin gencar berinovasi dalam pemasaran bawang goreng melalui berbagai platform digital di tengah pandemi.

“Aku bisa minta tolong kepada selebgram untuk mengendorse jualanku, yang penting adalah melek digitalisasi supaya bisa memasarkan produk lebih mudah,” tegasnya.

Ia menambahkan selain menerima orderan langsung di Jalan Pegajahan No.33 Jagasatru Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon, dirinya pun mengatakan bisa order melalu akun Instagramnya @bawangrenyah.

Dari bisnis bawang goreng yang Ia jalankan saat Pandemi Covid-19 ini, Mamah Rosi mengaku mampu mendapatkan untung bersih perbulan sekitar Rp10 jutaan.

“Yang penting konsisten, jangan mudah menyerah, manfaatkan digital marketing karena mayoritas pembeli dari online, dan yang terpenting adalah Berdoa kepada Tuhan YME,” tutup Mamah Rosi. (denny)

Bagikan Artikel Ini