DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Kinerja KPAID Kabupaten Cirebon Diragukan Kasus Kekerasan Anak Meningkat Selama Tahun 2020

1 Januari 2021

Kabupaten Cirebon — Kasus kekerasan anak di Kabupaten Cirebon meningkat selama tahun 2020. Adapun kasus ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan dibanding tahun 2019. sementara keberadaan KPAID Kabupaten Cirebon tidak menunjukan hasil kinerja positif dalam penanganan kasus kekerasan pada anak.

Data Komnas Perlindungan Anak, di tahun 2020 Kabupaten Cirebon ada 30 kasus kekerasan. terdiri dari 15 kasus seksual, kekerasan fisik 5 kasus, kekerasan psikis 5 kasus, Eksposisi anak 4 kasus, dan penelantaran anak 1 kasus. sementara data Polresta Cirebon ada 49 kasus kekerasaan anak yang saat ini masuk dalam penyelidikan.

Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi 1, Diah Irwani Indriyati menegaskan harus ada perhatian khusus dari pemerintah maupun pemangku kepentingan.

“Setiap kasus kekerasan terhadap anak harus jelas akhir ceritanya dan jangan sampai kasus tersebut dipeti es kan,” tegasnya, Kamis, (31/12).

Selain itu, Diah juga menyikapi Pemerintah Kabupaten Cirebon yang membentuk Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon. namun Ia menilai, kinerja KPAID tidak maksimal.

“Ini sangat disayangkan, Pemkab Cirebon sudah mempunyai KPAID tapi saya belum lihat kinerjanya dalam menyelamatkan anak – anak dari kekerasan,” tuturnya.

Pihaknya juga mengatakan seharusnya Pemerintah Kabupaten Cirebon mengambil sikap tegas terkait kinerja KPAID. menurutnya mesti ada evaluasi susunan kepengurusan mulai dari Ketua sampai ke komisinya.

“Pemerintah mestinya ambil sikap tegas untuk mencopot ketua dan kepengurusannya, kalau tidak bisa memberikan rasa aman kepada generasi penerus yakni anak-anak. Ini nama baik KPAID termasuk Pemerintah Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Politisi Golkar ini juga berharap pemerintah serius dalam menangani setiap laporan kasus kekerasan anak dan korban harus mendapat perlindungan, serta pengawasan untuk memperbaiki mentalnya.

Sementara itu Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Siti Nuryani mengungkapkan tahun 2020 di Kabupaten Cirebon ada 30 kasus kekerasan terhadap anak. dalam penangananya Komnas Perlindungan Anak Cirebon melakukan pendampingan mulai dari pelaporan sampai visum, serta mengurangi rasa traumanya.

“Kalau anak masih sekolah kita lanjutkan sekolahnya, atau di tempatkan ke pondok pesantren dan kalau sampai terjadi kehamilan atau luka fisik maupun psikis, kita mempunyai tempat yang aman,” terangnya.

Ia melanjutkan, walaupun Pemerintah Kabupaten Cirebon sudah mempunyai KPAID, namun Ia belum melihat peran KPAID dalam penanganan kasus kekerasan anak yang terjadi. Pihaknya hanya berkoordinasi dengan DP3AKB, Dinsos, Dinkes, Disdik, dan Disdukcapil.

“Kalau peran KPAID Kabupaten Cirebon kami belum tahu dan belum berkoordinasi, kami berkoordinasi dengan pihak dinas terkait saja,” tandasnya.

Bagikan Artikel Ini