Jelang Sidang Putusan, Razman Ingatkan Majelis Hakim Netral dan Tidak Berpihak

Bagikan Artikel Ini

CIREBON — Pengadilan Agama Sumber Cirebon kembali melanjutkan persidangan kasus perceraian Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiah, Rabu, (30/12/2020).

Kuasa hukum IE, Razman Arif Nasution mengatakan menjelang putusan sidang kasus perceraian ini, Ia mengingatkan majelis hakim untuk netral dan tidak berpihak.

Menurut Razman, agenda putusan di Pengadilan Agama Sumber Kabupaten Cirebon sebenarnya tidak berdasar. Pasalnya, dokumen negara buku nikah, saksi merupakan rekayasa dan patut diuji oleh pihak yang terkait.

“Kalau bicara putusan, harusnya majelis hakim menunda terlebih dahulu, karena buku nikah Fifi sedang di proses keabsahannya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung serta majelis hakim harus melihat fakta tersebut. kalau sampai putusan berarti ada keberpihakan,” jelasnya.

Razman melanjutkan, bila sampai ada dugaan majelis hakim berpihak ke pengugat, maka pihaknya akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan ke Komisi Yudisial.

“Kami akan lihat, kalau sampai majelis hakim mengabulkan pengugat, kami akan mengambil langkah hukum dengan melaporkannya ke Komisi Yudisial. karena kami menilai majelis hakim tidak melihat fakta-fakta yang kami berikan,” tutur Razman.

Kendati demikian pengacara kondang ini menegaskan bahwa hal tersebut didasari atas pemahaman hukum serta tidak ada dasar majelis hakim mengabulkan gugatan pengugat.

Pihaknya beralasan, buku nikah Fifi Sofiah tidak sah. Seharusnya, majelis hakim menunda putusan sampai ada hasil di PTUN Bandung maupun Polda Jateng dan Polda Jabar.

“Tidak ada dasar hakim mengabulkan gugatan Alasannya apa? Pertama, dapat dipastikan melalui pemeriksaan yang ada, buku nikah itu tidak sah. Ingat hampir dapat dipastikan. Saya tidak bisa memastikan karena saya bukan penegak hukum. Tapi saya katakan hampir dapat dipastikan kenapa? Karena kami membuat dua laporan di kepolisian yakni di Polda Jabar dan Polda Jateng,” ungkapnya.

Selain itu, kata Razman, dari saksi pernikahan, ada yang merasa di tipu oleh pihak pengugat karena sudah di konfrontir di Polda Jabar. sementara di Polda Jateng ditemukan juga terbitnya buku nikah. adapun itu, lanjut Razman, data nama Fifi Sofiah selalu berubah-ubah dan mempunyai beberapa KTP.

“Terlihat bahwa disitu nama Fifi Sofiah tidak sesuai dengan buku nikah, baik yang mereka terbitkan maupun duplikat, seperti yang ada di Cirebon dan Cilacap semuanya tidak sesuai, bahkan tanggal tempat lahirnya pun berbeda – beda,” tegasnya.

Bagikan Artikel Ini