Duplik Tergugat Intervensi dua Dibacakan di Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Buku Nikah Aspal

(Pengacara Razman Arif Nasution, SH)

BANDUNG — Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung kembali menggelar sidang lanjutan terkait pembuktian dugaan rekayasa buku nikah ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID), Fifi Sofiah dengan agenda mendengarkan duplik tergugat intervensi dua.

Pengacara pengugat Razman Arif Nasution mengatakan, setelah dibaca duplik dari tergugat intervensi dua pada sidang hari ini, kurang lebih sama dengan sidang yang kemarin.

“Tadi saya sudah baca, duplik dari tergugat intervensi dua kurang lebih sama seperti yang kemarin jadi tidak masalah,” kata Razman, Selasa, (29/12/2020).

Menurutnya, pokok masalah tentang pembuktian buku nikah Fifi Sofiah dan IE diduga palsu. adapun dari rangkaian tersebut yang berhubungan dengan terbitnya buku nikah diduga hanya rekayasa. Sehingga untuk membuktikannya, kuasa hukum Kantor Urusan Agama (KUA) Mundu Kabupaten Cirebon meminta kepada majelis hakim untuk di gelar sidang di tempat (PS) yakni di KUA Mundu.

“Pokok masalahnya buku nikah palsu. seperti saksi palsu, orang tua IE palsu karena bin Rakim dan itu bukan orang tuanya IE. dan tempat tanggal lahir Fifi pun berbeda,” ucap Razman.

Pihaknya berterimakasih karena kuasa hukum KUA mundu meminta majelis hakim untuk dilakukan sidang PS atau Pemeriksaan Setempat dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi.

Razman menuturkan rencananya sidang di tempat akan digelar dua pekan lagi, nanti akan membuktikan siapa orang tua IE yang sebenarnya termasuk orang tua Fifi yakni Samsuri, apakah masih hidup saat menikahkan Fifi pada tahun 2003.

“Rencananya sidang di tempat di KUA Mundu dua minggu lagi. kita akan periksa disana apakah benar Rakim itu orang tua IE, dan akan kita akan buktikan juga Samsuri masih hidup atau tidak saat menikahkan Fifi,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta KTP Fifi Sofiah yang sebenarnya. pasalnya, terdapat beberapa KTP. sehingga saat pembuktian nanti, tergugat satu untuk menghadirkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“KTP Fifi saya minta juga, KTP nya seperti apa, karena kita belum tahu, KTP Fifi banyak sekali dan kita juga meminta tergugat 1 untuk menghadirkan Disdukcapil, untuk membuktikan KTP Fifi yg benar yang mana. Kemudian memberi ruang ke kami, bahwa buku nikah ini pantas untuk di batalkan,” ujarnya

Masih kata Razman, dalam gugatan pihak tergugat intevensi dua, tertulis bahwa IL merupakan wanita idaman lain. Sehingga pihak IL akan mengambil langkah hukum lainnya dengan melaporkan pencemaran nama baik. Sikap tegas IL di dasari buku nikah IL dan IE terbit pada tahun 2000, sementara buku nikah Fifi dan IE terbit pada tahun 2003.

“Ini sudah jelas buku nikah klien kami tahun 2000, buku nikah Fifi tahun 2003, siapa yang terlebih dahulu menikah. Fifi sudah memutar balikan fakta, kami akan laporkan ini sebagai pencemaran nama baik, karena jelas ada rekayasa,” pungkasnya.