DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Rapat Evaluasi Satgas Covid-19, Pemkot Cirebon Menunggu Skema Vaksinasi dari Pusat

21 Desember 2020


(Rapat evaluasi Satgas Covid-19 Kota Cirebon)

Pemerintah daerah Kota Cirebon menggelar rapat evaluasi satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 di ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon, Senin, (21/12/2020).

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis mengatakan, Pemda Kota Cirebon telah bersiap melakukan imunisasi vaksin Covid-19. untuk itu Azis meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) untuk melakukan antisipasi jika terjadi perubahan anggaran.

“Jika terjadi refocusing anggaran, Konsentrasi utama tetap tanggulangi Covid-19, bukan berarti pada 2021 mendatang Pemda Kota Cirebon tidak melakukan pembangunan”, ujarnya.

Menurut Azis, pembangunan yang dilakukan tidak akan berguna jika masyarakatnya sakit. untuk itu, pihaknya bersiap untuk membiayai imunisasi Covid-19.

Selain itu Pemda Kota Cirebon hingga kini masih menunggu pola atau skema pembiayaan imunisasi Covid-19. Seperti diketahui, Presiden Republik Indonesia telah menggratiskan vaksin Covid-19 kepada seluruh masyarakat Indonesia dan pihaknya menunggu perintah dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan imunisasi Covid-19 di daerah.

Kendati demikian, kata Azis, Pemerintah Daerah Kota Cirebon selalu mengutamakan masyarakat untuk terhindar dari terpaparnya Covid-19 dan masyarakat diminta selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Covid-19 ini memang sulit diprediksi, di semua sektor sudah terpapar. masyarakat jangan panik karena kami berupaya warga tetap bisa beraktivitas, menjalankan roda perekonomian namun dengan kesehatan yang terjaga dengan baik,” ungkap Azis.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, menjelaskan saat ini Pemda Kota Cirebon sudah meninggalkan pemeriksaan secara rapid test.

“Untuk testing kita menggunakan metode swab atau PCR test,” kata Agus.

Pihaknya menyebutkan sampai 20 Desember 2020, Pemda Kota Cirebon sudah melakukan PCR tes sebanyak 17.505 tes dengan hasil 15.682 negatif dan 1.823 orang positif.

“Sedangkan untuk rapid test sudah dilakukan sebanyak 9.293 dengan hasil 9.198 non reaktif dan 95 reaktif, adapun klaster tertinggi yaitu klaster rumah tangga, perjalanan dan perkantoran,” tukasnya.

Bagikan Artikel Ini