DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Penyebaran Covid-19 Terus Melonjak, Pemkot Cirebon Larang Kerumunan Malam Tahun Baru

17 Desember 2020

Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan melakukan pembatasan aktivitas dan kegiatan masyarakat di malam tahun baru 2021. Adapun pembatasan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Cirebon Nomor 443/89-Adm.Pem.Um. tentang pembatasan aktivitas atau kegiatan masyarakat pada momen pergantian malam tahun baru 2021.

Surat tertanggal 16 Desember 2020 tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis yang berisi 4 poin yakni, Melarang segala bentuk aktivitas atau kegiatan perayaan tahun baru 2021 baik di tempat tertutup maupun terbuka, Membatasi aktivitas atau kegiatan usaha perdagangan dan jasa hanya sampai pukul 22.00 WIB, serta membatasi aktivitas maupun kegiatan masyarakat di luar rumah hingga pukul 22.00 WIB.

Kendati demikian, ada jenis aktivitas yang dikecualikan pembatasan jam operasionalnya yaitu, untuk fasilitas pertahanan dan keamanan, pelayanan kesehatan, jasa perbankan, distribusi logistik, pekerjaan konstruksi, unit produksi yang membutuhkan proses berkelanjutan, industri mikro dan kecil, rumah potong hewan, apotek, SPBU dan jasa penyedia akomodasi (khusus untuk penerimaan tamu menginap).

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis menjelaskan latar belakang keluarnya surat tersebut karena kondisi penyebaran Covid-19 saat ini terus menanjak.

“Tadinya Pemda Kota Cirebon memprediksi di Desember 2020 ini jumlah warga yang terpapar Covid-19 ada di angka 1.500. namun, diluar prediksi sekarang justru sudah terlampaui”, ungkap Azis, Kamis, (17/12/2020).

Oleh karena itu, lanjut Azis, Pemkot Cirebon berani mengambil kebijakan yang tujuannya untuk menekan angka kenaikan orang yang terpapar.

Menurutnya perayaan tahun baru memiliki potensi yang sangat besar dalam penambahan klaster baru. untuk itu, Pemda Kota Cirebon mengambil keputusan yang selaras dengan keputusan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang melarang semua kegiatan perayaan malam tahun baru.

“Kami harap perayaan tahun baru dilakukan di rumah masing-masing dengan bertafakur kepada Allah SWT,” tutur Azis.

Azis mengatakan, untuk ibadah natal  Pemda Kota Cirebon tidak melarang. namun ada pembatasan yang mengikuti ibadah secara langsung di gereja.

“Misalnya 50 persen dari kapasitas yang ada dan sisanya bisa mengikuti secara virtual”, ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi menjelaskan, pekan depan akan dilakukan rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk teknis penegakan aturan dan pengawasan saat pergantian tahun.

“Yang pasti tidak ada perayaan, jam 10 malam seluruh kegiatan sudah tidak ada dan tidak boleh ada yang berkerumun di jalan,” tegas Agus.

Bagikan Artikel Ini