DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Ini Alasan Akan Digelar di Cirebon Terkait Sidang Lanjutan PTUN Bandung

17 Desember 2020

BANDUNG – Sidang lanjutan kasus perceraian Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiah kembali digelar di PTUN Bandung, Kamis, (17/12/2020).

Kuasa hukum pengugat Razman Arif Nasution mengatakan, sidang lanjutan kali ini tanpa dihadiri oleh tergugat 2 intervensi yakni, Fifi Sofiah beserta kuasa hukumnya, adapun pengugat hanya mendengar jawaban dari kuasa hukum tergugat 1 yakni Kantor Urusan Agama (KUA) Mundu secara lisan.

“Sidang hari ini berjalan lancar, yang hadir hanya tergugat 1, tergugat intervensi 2 tidak hadir. Tadi kami sudah mendengar jawaban atas reflik kami, dan tinggal menunggu jawaban dari tergugat 2 intervensi,” ungkap Razman.

Menurutnya hasil sidang di PTUN Bandung akan menentukan putusan instansi lainnya, seperti Pengadilan Agama Sumber, Polda Jateng dan Polda Jabar. Sehingga pihaknya secara matang sudah menyiapkan bukti dokumen serta saksi yang memberatkan tergugat.

“Progresnya baik, kami yakin hasil PTUN Bandung positif, sehinga akan menggugurkan hasil sidang di Pengadilan Agama Sumber dan kasus di Polda Jateng serta Polda Jabar,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar tidak ada lagi intimidasi terhadap saksi, bila ada hal serupa maka akan dibawa ke jalur hukum.

“Rencananya kami akan menghadirkan saksi penggali makam saat sidang di Pengadilan Agama Sumber, namun saksi mendapat intimidasi. dan jika ada pihak yang melakukan intimidasi lagi, kami akan bawa ke jalur hukum,” tegas Razman.

Sementara itu Kuasa hukum KUA Mundu, Haidar yamin mustafa menjelaskan pihaknya melihat reflik dari pengugat dan memberikan jawaban yang sama seperti sebelumnya. Karena dari reflik pihaknya melihat tidak perlu ada perdebatan.

“Setelah kita lihat tidak ada yang perlu diperdebatkan karena kami berfikir apa yang kami sampaikan didalam duplik pada intinya sama seperti jawaban. makannya tadi memilih untuk disampaikan secara lisan yang pada pokoknya jawaban duplik kami tetap pada pendirian kami”, ujar Haidar.

Pada sidang lanjutan, Haidar menjelaskan, nanti pada sesi alat bukti, pihaknya berencana menghadirkan saksi yang menjadi pencatat pernikahan. pasalnya, saksi yang akan dihadirkan sudah berumur dan lebih dari satu.

“Makannya kami akan berencana mengajukan sidang di Cirebon kepada majelis hakim yang biasa disebut sidang ditempat, dan gimana caranya kita bisa membuktikan bahwa surat dan dokumen didukung dan diuji oleh orangnya secara langsung ditempat,” tandasnya.

Bagikan Artikel Ini