DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Ini Alasan Para Pelanggar Protokol Kesehatan di Indramayu yang Terjaring Razia

16 Desember 2020

Bermacam alasan yang diungkapkan para pelanggar protokol kesehatan yang terjaring dalam Operasi Gabungan Pengawasan dan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan COVID-19 di Jalan Jendral Sudirman, Kabupaten Indramayu, Selasa lalu (15/12).

Adapun para pelanggar prokes mayoritas hanya diberikan sanksi ringan berupa teguran lisan maupun tulisan. Namun, ada juga sanksi sosial berupa push up atau menyebutkan Pancasila.

Herliani (40), warga Lemahmekar, Ia mengaku mengabaikan protokol kesehatan karena merasa keperluan yang dilakukannya tidak membutuhkan penggunaan masker. 

“Saya mau beli telur, dekat dari rumah, jadi tidak pakai masker. Saya sebetulnya tahu edukasi memakai masker dan biasanya selalu pakai masker,” ujar Herliani. 

Lain Herliani, lain juga Mutakin (42). Pria asal Cirebon pemilik salah satu dealer motor di Jalan Jendral Sudirman. Ia mengaku, padahal setiap pagi selalu mengirimkan broadcast pesan edukasi protokol kesehatan kepada karyawannya. 

Di tempat usahanya, Mutakin juga sudah menyiapkan hand sanitizer dan tempat cuci tangan. Namun, ia lupa untuk melengkapi kursi dan alur keluar masuk dengan penanda jaga jarak. 

“Saya taat protokol kesehatan, bahkan kalau ada pengunjung yang tidak memakai masker juga saya ingatkan,” kata Mutakin. 

Ia mengaku jika tanda silang (penanda jaga jarak) sudah mengelupas dan belum diganti yang baru, saya lupa. Setelah ini saya janji akan langsung mengganti dengan yang baru,” ucapnya. 

Sementara itu Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Provinsi Jabar Guntur Santoso menjelaskan metode patroli pengawasan di lokasi usaha, pihaknya fokus mengingatkan soal penyediaan penanda jarak ‘X’, hand sanitizer, hingga tempat cuci tangan. 

Menurutnya dari patroli terhadap 42 penyelenggara usaha di Jalan Jendral Sudirman Indramayu, Operasi Gabungan ini menindak 7 pelaku usaha dengan sanksi ringan. 

“Sebanyak 16 persen pelaku usaha di sore hari ini ditindak karena belum fasilitasi protokol kesehatan, seperti handsanitizer, masker, dan jaga jarak,” kata Guntur. 

Pihaknya menegaskan jika teguran tersebut ternyata tidak diindahkan, maka pelaku usaha akan mendapatkan sanksi yang lebih berat, hingga pencabutan izin usaha atau rekomendasi pencabutan izin usaha.

“Semoga apa yang kami selenggarakan ini mampu menumbuhkan kesadaran pola hidup sesuai protokol kesehatan (3M) sebagai perilaku baru yang bisa menunjang mobilitas termasuk penyelenggaraan usaha,” tuturnya. 

Seperti diketahui digelarnya operasi gabungan ini dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Barat bersama Satpol PP Kabupaten Indramayu telah menindak sebanyak 156 pelanggar protokol kesehatan.

Bagikan Artikel Ini