DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

156 Pelanggar Protokol Kesehatan di Indramayu Terjaring Operasi Gabungan

16 Desember 2020

Operasi gabungan Satpol PP Pemprov Jabar bersama Satpol PP Kabupaten Indramayu melakukan Pengawasan dan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan COVID-19 di Jalan Jendral Sudirman, Lemahmekar Kabupaten Indramayu, Selasa, (15/12).

Kepala Satpol PP Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi mengatakan, Operasi gabungan ini sekaligus menjadi agenda Divisi Komunikasi Publik, Perubahan Perilaku, dan Penegakan Aturan (KP4A) Satgas Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jabar.

“Yang terjaring sebanyak 156 pelanggar protokol kesehatan, dengan rincian 89 pelanggar mendapat sanksi ringan, 59 pelanggar diberikan sanksi sedang, dan 8 pelanggar membayar denda administrasi sebagai sanksi berat”, ungkapnya.

Pihaknya menjelaskan bahwa operasi gabungan ini melibatkan TNI/Polri, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Kesehatan. Hal tersebut dilakukan karena adanya laporan peningkatan kasus COVID-19 di Kabupaten Indramayu. 

“Kami hadir di Indramayu dengan melakukan Operasi Gabungan ini bertujuan mengimbau dengan mengajak masyarakat lewat GSM atau Gerakan Saling Mengingatkan,” ucap Ade. 

Pihaknya mengingatkan untuk menerapkan kebiasaan baru atau mengubah perilaku dari yang belum biasa menjadi biasa dengan cara menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, membawa hand sanitizer atau sering mencuci tangan dengan air mengalir, dan tidak berkerumun.

“Pelanggar yang terjaring saat operasi gabungan ini akan diberikan sanksi berupa sanksi sosial maupun sanksi administrasi yang kami serahkan kepada masing-masing wilayah,” ucap Ade. 

Menurutnya sanksi sosial bukan bermaksud mempermalukan pelanggar, namun membuat efek jera agar mereka bisa lebih mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Provinsi Jabar Guntur Santoso menjelaskan, sanksi berdasarkan Peraturan Bupati Indramayu Nomor 45 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. 

“Rinciannya, dari 89 pelanggar yang dapat sanski ringan, 61 diberikan secara lisan dan 28 secara tertulis. Sementara 59 pelanggar dengan sanksi sedang, 48 orang diberi sanksi sosial dan 11 orang jaminan KTP,” ujar Guntur di Terminal Indramayu.

Adapun denda administrasi, lanjut Guntur, dari 8 pelanggaran sanksi berat sebesar Rp380 ribu.

Dalam Operasi Gabungan di Kabupaten Indramayu, terdapat pula Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melanggar protokol kesehatan karena tidak memakai masker. 

Guntur menegaskan, ASN yang terjaring akan menjadi laporan untuk disampaikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu dan BKD selaku fasilitator disiplin ASN. 

“Tentu saja kami sangat menyayangkan, yang bersangkutan ASN tapi abai protokol kesehatan,” ucapnya. 

Untuk itu, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk menjadikan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) sebagai budaya baru agar aman beraktivitas di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan pemulihan ekonomi.

Bagikan Artikel Ini