DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Kisah Dua Tenaga Kesehatan RSUD Gunung Jati yang Gugur Terpapar Covid-19

28 November 2020

Pandemi Covid-19 masih belum dipastikan kapan akan berakhir. Saat ini, tenaga medis masih menjadi garda terdepan dalam penanganan para pasien yang terpapar corona.

Perjuangan para dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya tak mudah dalam merawat pasien Covid-19. Salah satunya, dua tenaga kesehatan RSUD Gunung Jati Cirebon yang gugur terpapar Covid-19.

Kabid Keperawatan HCU RSUD Gunung Jati, Dewi Sutanti saat talkshow di DB Radio Kompas Gramedia Network mengatakan, Dua tenaga kesehatan yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19 merupakan penata anestesi senior dan perawat.

“Pada hari Minggu, 1 November 2020 nakes pertama yang meninggal dunia merupakan Penata Anestesi Senior, Tatang Koswara yang berusia 55 tahun, sebelumnya almarhum dirawat sekitar 10 hari di RSD Gunung Jati dan mempunyai riwayat penyakit jantung yang sangat rawan sekali jika terpapar Covid-19”, ungkapnya, Jumat, (27/11).

Meninggalnya penata anestesi senior tersebut, lanjutnya, tentu saja menyisakan duka yang mendalam bagi civitas RSD Gunung Jati Cirebon, karena sosok almarhum dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan dan patut menjadi contoh dalam mengontrol emosi serta merupakan tenaga medis senior sejak tahun 1984.

“Meninggalnya pak tatang diluar dugaan, awalnya almarhum terlihat baik-baik saja ketika ditensi pada pagi hari di ruang isolasi, progresnya pun baik masih pegang handphone, setelah perawat keluar sampai pintu melihat pak tatang dalam kondisi membalikan badan dan terlihat shock, kemudian dilakukan penangan khusus dan akhirnya nyawa beliau tidak terselamatkan”, ungkapnya.

Sementara itu menurut Kepala Ruang HCU RSUD Gunung Jati, Sofyar Irawan menjelaskan, tenaga kesehatan kedua yang meninggal dunia pada 5 November 2020 akibat terpapar Covid-19 merupakan seorang perawat yang bertugas di ruang HCU RSD Gunung Jati bernama Rohaetin berusia 32 tahun.

“Almarhumah menjadi tenaga medis sejak tahun 2015 yang tertular COVID-19 dalam kondisi hamil setelah menjalani karantina di ruang isolasi RSUD Gunung Jati pada tanggal 23 Oktober 2020 dan saat itu yang bersangkutan dalam kondisi stabil”, paparnya.

Namun ketika menjalani perawatan diketahui kehamilannya prematur, sehingga harus segera dilakukan operasi pengangkatan atau caesar, setelah melahirkan pasca operasi kembali menjalani perawatan intensif dan kondisi kesehatannya mulai menurun drastis, sehingga harus dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta.

“Tiba di RS Fatmawati Jakarta pukul 01.00 wib dan mengembuskan napas terakhirnya pukul 06.00 WIB, Sementara hasil tes swab bayi yang dilahirkan almarhumah negatif Covid-19” tandasnya.

Adapun itu Isak tangis menyambut kedatangan jenazah Rohaetin di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati, Kota Cirebon pada Kamis (5/11/2020). Lapangan parkir rumah sakit menjadi tempat persemayam perawat ruangan high care unit (HCU) tersebut.

Keluarga, kerabat, dan rekan almarhumah bahkan mengangkat mobil dengan tangan kosong dari tempat parkir agar saf shalat jenazah lebih luas. Selama disemayamkan, jenazah berada di ambulans, tanpa diturunkan.

Langit mendung memayungi pelepasan jenazah. Kembang bertaburan di ambulans yang bergerak meninggalkan para pelayat. Sejumlah rekan kerja, yang belum siap melepas Rohaetin, jatuh pingsan.

Perawat yang bertugas lima tahun terakhir tersebut terlalu lekas pergi. Salam perpisahan bahkan belum terucap. Virus korona baru penyebab Covid-19 mempercepat kepulangannya kepada Sang Pencipta.

Duka para nakes di Cirebon merupakan ironi dengan kontribusi mereka terhadap masyarakat. Adapun RS Gunung Jati yang diresmikan 31 Agustus 1921 merupakan ujung tombak mengobati wabah frambusia dan malaria.

Seabad berlalu, para nakes kini bertarung melawan Covid-19. Mereka yang gugur patut menjadi pahlawan. Sudah seharusnya, masyarakat membalas kiprah mereka dengan mencegah penularan virus mematikan itu. Jangan sampai justru menjadi senjata mematikan bagi pahlawan kesehatan.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *