DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Sidang Lanjutan Kasus Buku Nikah Ketua KPAID Kabupaten Cirebon kembali digelar di PTUN Bandung

26 November 2020

Vice President Kongres Advocate Indonesia (KAI) Razman Arif Nasution sekaligus pengacara IE kembali hadir di persidangan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Bandung, Kamis, (26/11/2020).

Adapun kali ini sidang lanjutan pelaporan dugaan rekayasa buku nikah milik Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon Fifi Sofiah.

Pengacara IE, Razman Arif Nasution mengatakan kehadirannya untuk mendampingi pelapor IL dengan agenda pembacaan gugatan dari jawaban tergugat dan pembacaan pertimbangan hakim.

“Tadi sidang di mulai pukul 11.00 WIB, sempat berjalan selama 15 menit. kemudian, hakim mempertanyakan kelengkapan dokumen kepada penggugat dan tergugat tapi pihak tergugat yakni dari kuasa hukum KUA Mundu Kabupaten Cirebon meminta waktu untuk membuat jawaban pengugat yang akan dibacakan pada sidang lanjutan minggu depan”, ungkap Razman.

Setelah itu, lanjut Razman, hakim memanggil pihak ke 2 intervensi untuk maju ke ruang sidang yaitu Fifi Sofiah. namun, Fifi tidak hadir, hanya di wakilkan oleh kedua kuasa hukumnya yakni Yudia Alamsyah dan Bana.

Razman menuturkan setelah maju ke ruang sidang, Yudia di minta hakim untuk melengkapi dokumen fifi seperti foto copy KTP tetapi Yudia beralasan tidak membawa objek yang diminta hakim, dan akhirnya menyerahkan foto copy Kartu Keluarga (KK) pengganti KTP.

“Karena pihak tergugat 2 intervensi baru menyerahkan objek yang diminta hakim, akhirnya sidang diundur selama 15 menit. Dokumen yang di minta hakim akan dijadikan landasan, untuk memutuskan dalam putusan sela”, tuturnya.

Razman mengatakan agar tergugat memberikan jawaban pada sidang lanjutan nanti, untuk tidak melebar, dan sesuai dengan objek penggugat yakni keabsahan buku nikah yang di keluarkan oleh KUA Mundu.

“Saya berharap, jawaban dari pihak tergugat tidak melebar kemana, fokus ke objek gugatan kami, yaitu buku nikah,” ungkapnya

Selain itu, Razman juga menyikapi pernyataan Yudia yang mengatakan kantor pengacara satu alamat dengan Fifi Sofiah.

“Memang tidak ada yang salah berkantor satu alamat dengan kliennya, tapi secara profesional, harusnya, Yudia tidak berkantor di lahan yang menjadi objek sengketa”ucapnya.

Menurutnya, alamat kantornya satu alamat secara hukum memang tidak salah, tapi secara profesional itu tidak elok, karena lahan yang dia tempati sebagai kantornya itu lahan sengketa.

Sementara itu Kanwil Jabar Hary T Prasetio yang menjadi kuasa hukum KUA Mundu menjelaskan pihaknya sudah mempersiapkan jawaban pengugat pada sidang lanjutan. Pasalnya, hari ini pihaknya mendengarkan gugatan dari pengugat.

“Kami sudah siap memberikan jawaban pengugat pada sidang lanjutan minggu depan,” singkatnya.

Diakhir sidang majelis hakim  membacakan putusan sela yaitu mengabulkan permohonan tergugat intervensi dan menetapkan kedudukan tergugat intervensi sebagai tergugat 2 intervensi, sehingga tergugat dan tergugat 2 intervensi dapat memberikan jawaban penggugat dan meminta tergugat 2 intervensi untuk menyerahkan dokumen KTP Fifi Sofiah.

Ditempat yang sama, IL istri sah IF menjelaskan akan mengambil seluruh objek lahan seluas 3500 m2 yang berada di daerah Cideng yang saat ini di kuasai fifi. menurutnya, ada rencana untuk pengambilan lahan karena bukan atas nama fifi sofiah.

“Saya akan ambil lahan seluas 3500 m2 yang saat ini di kuasai fifi, karena itu bukan haknya, bukan atas nama Fifi Sofiah, dan saya akan buat surat somasi melalui pengacara atau saya akan buka asal-usul Fifi Sofiah,” cetusnya.

Bagikan Artikel Ini