DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Tim Hukum IE Pertanyakan Kelanjutan Kasus Ketua KPAID Kabupaten Cirebon, Polda Jateng: Masih Dalam Proses

23 November 2020

Tim kuasa hukum IE yang dipimpin Razman Arif Nasution mendatangi Ditreskrimum Polda Jateng untuk mempertanyakan kelanjutan proses hukum dugaan akta kelahiran anak tidak sah terhadap Ketua KPAID (Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah) Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiah.

Pengacara IE, Razman Arif Nasution mengatakan, kedatangannya untuk menanyakan kelanjutan proses pelaporan No: LP/86/VIII/2019/JATENG SPKT atas dugaan akta kelahiran anak tidak sah dan duplikat buku nikah yang dikeluarkan KUA Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Kami sudah bertemu dan berkomunikasi dengan Kasubdit, Ditreskrimum, dan penyidik, mereka sudah menjelaskan proses laporan penyelidikan masih berjalan” kata Razman, Senin (23/11/2020).

Razman menjelaskan, duplikat buku nikah yang di keluarkan KUA Gandrungmangu menjadi dasar keluarnya akta kelahiran anak. karena IE merasa tidak pernah melakukan pernikahan secara negara dan memiliki anak dari hasil pernikahan siri. kemudian IE melaporkan FS ke Polda Jateng atas dugaan merekayasa buku nikah untuk menerbitkan akta kelahiran anak.

“Keluarnya akta kelahiran atas dasar adanya pernikahan secara negara dan keluarnya buku nikah yang sah, bukan rekayasa. Sementara, IE dan fifi hanya menikah siri dan tidak mempunyai anak. kalau sampai ada akta kelahiran anak, berarti ada dugaan merekayasa buku nikah.

Pihaknya menyatakan jika buku nikahnya asli tapi palsu berarti akta kelahiran anak pun tidak sah. Razman menyebut, FS telah memaksakan keluarnya akta kelahiran anak untuk tujuan tertentu.

“Intinya dari pihak Polda Jateng memastikan ke kami, kasus ini masih berjalan dan kami berharap dapat dilakukan gelar perkara, dan kami siap memberikan fakta – fakta hukum,” tegasnya.

Selain itu, Razman mengaku telah memberikan bukti tambahan ke penyidik Polda Jateng, yakni perbedaan redaksi yang tertulis di buku nikah dan buku induk milik KUA Mundu Kabupaten Cirebon, yang saat ini proses sidang sedang berjalan di PTUN Bandung.

Razman berujar, kasus yang sedang di proses di Polda Jateng lebih pada terbitnya akta kelahiran anak.

“Jadi kesimpulan bahwa buku nikah asli dan ada, tapi faktanya palsu dan tidak bisa di jadikan alat bukti, dan kami berharap polisi segera menetapkan tersangka,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam duplikat buku nikah, IE menikah dengan Fifi Sofiah berlangsung pada pukul 11.00 WIB. Sementara di buku akta nikah pukul 08.00 WIB. Kemudian, saat di cocokan dengan data file dokumen original ternyata berbeda.

Bagikan Artikel Ini