DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Buku Nikah FS Kini Dalam Proses Gugatan di PTUN Bandung

19 November 2020

Pengacara Kepala KUA Mundu Kabupaten Cirebon, Munir bersama Kasubag Hukum Kanwil Kementrian Agama Jabar, Haidar Yamin Mustafa Mendatangi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jalan Diponogoro No.34 Bandung.

Kedatangan mereka dimaksudkan untuk memenuhi panggilan terkait sidang lanjutan kasus dugaan buku nikah Asli Tapi Palsu (Aspal) atas laporan IL yang merupakan istri sah IE, tentang keabsahan buku nikah yang menjadi dasar persidangan perceraian antara IE dengan Fifi Sofiah yang saat ini menjabat Ketua KPAID Kabupaten Cirebon.

Pengacara IL, Razman Arif Nasution mengatakan, sidang tertutup sekitar 60 menit dan hakim meminta keterangan kepada pengacara Kepala KUA Mundu, atas terbitnya akte dan buku nikah pada tahun 2003 lalu.

“Tadi hakim meminta materi, penentuan saksi, jadwal persidangan, kemudian pemeriksaan fakta otentik atas gugatan Fifi Sofiah di Pengadilan Agama Sumber Cirebon yang disebut duplikat”, Kata Razman, Kamis, (19/11/2020).

Duplikat dan akte itu, lanjut Razman, artinya harus sama. Sama dalam pengertian, redaksi dan tulisannya harus sama.

Razman menyatakan dalam duplikat tersebut IE menikah dengan Fifi Sofiah pada pukul 11.00 WIB. Sementara di buku akta nikah pukul 08.00 WIB. Kemudian, saat di cocokan dengan data file dokumen original ternyata berbeda juga.

“Tadi dibuka file originalnya, ternyata di situ pun berbeda tertulis Fifi Sofiyyah. ada double Y di situ. Sementara, yang kita punya, Fifi Sofiah saja. Lalu, Ifan Efendinya juga di situ juga tidak ada double F,” ungkapnya.

Menurut Razman saat persidangan, ditemukan juga kejanggalan lainnya, seperti tempat lahir. Di buku nikah yang asli disebut Fifi lahir di daerah Cirebon Jawa Barat sementara, di buku nikah duplikat tempat lahir tercantum daerah Cilacap Jawa Tengah.

“Kita pegang asli dengan duplikat yang mereka punya itu beda. Duplikat, Fifi lahir di Cilacap. Tapi buku induk lahirnya di Cirebon, jadi yang benar dimana,” tuturnya.

Razman pun menegaskan, Apabila nanti buku nikah yang di keluarkan KUA Mundu, terbukti tidak sah, maka proses sidang perceraian di Pengadilan Agama Sumber batal demi hukum. Maka istri sah IE akan mengambil semua aset seperti lahan dan bangunan yang berlokasi di daerah Cideng, seluas 3000 meter persegi.

Disaat bersamaan Kasubag Hukum Kanwil Kementrian Agama Jawa Barat, Haidar Yamin Mustafa menjelaskan saat di persidangan, pihaknya diminta oleh Majelis Hakim, untuk menghadirkan akta nikah dan sudah menunjukan secara fisik.

“Yang pertama kami dimintai oleh Majelis untuk menghadirkan akta nikah dan kami sudah menunjukan secara fisik. Kemudian dilanjutkan dengan finalisasi gugatan, tadi juga sudah selesai gugatan Dan kami punya waktu satu sampai dua Minggu untuk menyusun atau membuat jawabannya,” ujarnya.

Menurut Haidar, terkait buku nikah, pihaknya belum masuk konteksnya, karena yang memegang KUA Mundu, sehingga harus diuji lebih jauh lagi.

“Saya belum masuk konteksnya. Karena yang dipegang KUA adalah aktanya. Sehingga kebenaran buku itu harus diuji lebih jauh. Cuman sekarang saya belum memegang buku nikah yang dimaksud itu. Kalaupun itu sudah ada, itu bisa kita sandingkan dengan nomor porporasi buku nikah yang ada data base nya di KUA,” tutup Haidar.

Bagikan Artikel Ini