DB 90,8 FM CIREBON

Kompas Gramedia Radio Network

Lahan 3 Hektar di Kawasan Bima Kota Cirebon Sah Milik Immylia Effendy

25 Oktober 2020

Klaim tanah seluas 3 hektar di Kawasan strategis Stadion Bima Kota Cirebon masih terus di permasalahkan oleh FS, namun sayangnya, Ia tidak bisa menunjukan surat-surat atau sertifikat bukti kepemilikan.

Hal tersebut diungkapkan Immylia Effendy selaku pemilik lahan dan istri yang sah dari IE, Ia mengaku heran karena dari mulai proses pembelian, peletakan batu pertama dan hingga saat ini lahan tersebut masih miliknya yang sah. Dirinya pun menantang FS untuk membuktikan bahwa dia punya dokumentasi atas kepemilikan lahan tersebut.

“Sekarang buktikan saja dokumen kepemilikan lahan seluas 3 hektar itu, jangan asal bicara dan menuntut lahan tersebut. saya sudah punya rencana jangka panjang untuk mempergunakan lahan itu , dan yang melakukan peletakan batu pertama saya dan keluarga besar suami saya” tegasnya, Minggu, (25/10/2020).

Immylia Effendy mengatakan terkait saat mediasi kemarin di Pengadilan Agama Kabupaten Cirebon, bahwa tuntutannya tidak masuk akal, karena mengklaim yang bukan miliknya, seperti menuntut lahan seluas 3 hektar, mobil mewah dan rumah yang ditempati sampai saat ini.

“Fifi hidup selama ini hidup dari belas kasihan suami saya yang juga harta saya karena saya istri yang syah. Silahkan saja, kalau memang punya dokumen ke pemilikan yang syah. karena, saya akan ambil semua harta suami saya yang ada sama Fifi, saat ini saya masih kasih belas kasihan untuk menempati rumah yang di  Cideng”, ujarnya.

Immylia menyebutkan lahan tersebut sudah tertulis jelas pemiliknya yakni, Immylia Effendy dan akan dibangun sekolah dengan fasilitas yang mumpuni, dengan tinggi bangunan 5 lantai. Adapun itu, sekolah tersebut digadang gadang menjadi sekolah dengan taraf Internasional terbesar di Kota Cirebon.

“Mudah-mudahan tahun 2022 Sekolah itu sudah berdiri, karena peletakan batu pertamanya sudah dilakukan tahun lalu”, ucapnya.

Seperti diketahui, sepak terjangnya di bidang sosial sebagai Ketua Umum Yayasan Amal Nusatan Utama (YANU) terus bergerak memberikan bantuan sembako, bantuan peralatan sekolah sampai dengan bantuan rehab rumah yang telah berjalan selama kurang lebih 15 tahun. Oleh karena itu, saat ini pihaknya mencoba untuk merambah ke dunia pendidikan.

“Kami tujuannya bukan hanya usaha ya, tapi juga saya memperhatikan dunia pendidikan juga khususnya untuk warga Cirebon,” tuturnya.

Ia menambahkan, dengan hadirnya sekolah itu, nantinya akan menampung tenaga kerja yang banyak untuk memperkerjakan khususnya warga Cirebon.

Ia juga mengungkapkan mengenai rencana pembangunan sekolah tersebut bukan tanpa halangan. Pasalnya, ada pihak yang tidak bertanggung jawab mengaku sebagai pemilik lahan. Bahkan Securiti yang menjaga diareal lahan tersebut mengaku sering didatangi oleh orang yang menanyakan kepemilikan lahan tersebut.

“Kami berpesan agar masyarakat berhati-hati terhadap iming-iming dan janji-janji karena lahan itu sudah ada pemiliknya yang sah,” tandasnya.

Bagikan Artikel Ini