Ketua DPRD Kota Cirebon Klarifikasi Video Viral Pembacaan Ikrar

Ketua DPRD Kota Cirebon Klarifikasi Video Viral Pembacaan Ikrar

1
542
0
Jumat, 10 Juli 2020
News


Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati mengklarifikasi dan meminta maaf terkait video viral ikrar setia pada Pancasila dan NKRI yang menghilangkan kata khilafah pada saat menemui perwakilan pengunjuk rasa penolak RUU HIP beberapa waktu lalu. 

Affiati menjelaskan, Saat dialog berlangsung dengan perwakilan massa yang tergabung dalam Forum Cirebon Bersatu, selanjutnya aspirasi itu ditanggapi oleh DPRD, Namun sebagai Ketua DPRD, Affiati memberikan kesempatan kepada Wakil Ketua DPRD Fitria Pamungkaswati dari Fraksi PDIP.

“Ibu Fitria menawarkan agar semua yang hadir berikrar dengan naskah yang sudah disiapkan, tapi audiens meminta untuk dibacakan terlebih dahulu sebelum mengambil sikap dan menyetujui ikrar tersebut,” Ungkap Affiati, di gedung Griya Swala, Jumat (10/7/2020).

Affiati menuturkan, ada tiga poin yang dibacakan. Namun pada poin ke tiga yang berbunyi ‘Demi Allah kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham komunisme, leberalisme, leninisme, sekularisme dan khilafah’

“Saat dibacakan oleh ibu Fitria, pas kata sekularisme massa bertepuk tangan sehingga kata khilafah tidak terdengar,” ucapnya.

Affiati mengaku ketika giliran dirinya membacakan ikrar karena permintaan dari audiens, di poin ke tiga dalam naskah tersebut hanya ada kalimat komunisme dan khilafah yang dibawahnya ada tambahan tulisan tangan yakni liberalisme, leninisme dan sekularisme.

“Dan Inilah yang membuat saya bingung dalam menyusun urutan bacaannya, karena ide dan konsep pembacaan ikrar bersama ini secara mendadak dari ibu Fitria yang diberikan kepada saya, Jadi beliaulah yang paling mengerti susunan kalimat di poin ke tiga itu,” tandasnya.

Atas kejadian tersebut, sebagai perwakilan dari lembaga legislatif, Affiati menyampaikan maaf atas kekhilafan pada saat menerima aspirasi Forum Cirebon Bersatu.

“Kami memastikan tetap setia pada Pancasila dan UUD 1945 sebagai ideologi bangsa Indonesia serta menolak paham komunisme, khilafah, liberalisme, lininisme dan sekularisme,” tegasnya.

News

151 posts | 0 comments

Comments are closed.

Menu Title