Begini Hasil Pertemuan Mualaf Center Indonesia, As-Sunnah dan Ormas Islam Cirebon

Begini Hasil Pertemuan Mualaf Center Indonesia, As-Sunnah dan Ormas Islam Cirebon

Like
287
0
Kamis, 14 Mei 2020
News

Mualaf Center Indonesia bersama Yayasan As-Sunnah dan beberapa Ormas Islam menggelar pertemuan atau Tabayyun untuk membahas persoalan YM yang dianggap sudah melakukan adu domba dan menistakan agama Islam. Pertemuan dilakukan di Masjid Al Jumhur, Kelurahan Karya Mulya Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, Rabu (13/5/20).

Seperti diketahui, video viral di medsos atas dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh salah seorang pegawai Kementerian Agama yang berdomisili di Kota Cirebon.

Menurut Sekertaris Mualaf Center Indonesia Hanny Kristianto (Koh Hanny) mengatakan, pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas atas persoalan YM yang diduga sudah mengadu domba antara umat muslim dan non muslim serta menistakan agama.

“Pertemuan ini di inisiasi dari para ulama untuk mengundang semua tokoh ormas Islam agar kasus YM dapat terpecahkan. Alhamdulillah hasil dari pertemuan tersebut, kami sepakat jika YM terbukti mengadu domba umat muslim dan menistakan agama,” ujar Koh Hanny usai pertemuan didampingi Tokoh Muda Cirebon Raden Reza.

Soal adanya permasalahan dengan As-Sunnah yang mensyahadatkan YM, Koh Hanny tegaskan hanya ada miskomunikasi dan sekarang sudah jelas.

Koh Hanny menyebut, YM telah memanfaatkan As-sunnah untuk mengadu domba antara Mualaf Center Indonesia dengan As-Sunnah, Sebab menurut YM dirinya mengaku diminta datang dan di syahadatkan kembali oleh As-sunnah.

“Sebenarnya YM tidak diundang oleh As-sunnah, akan tetapi YM sendiri yang minta untuk datang ke As-Sunnah dan minta disyahadatkan. Namun pihak As-Sunnah saat itu menolak untuk membimbing mensyahadatkan YM, akhirnya YM membaca syahadat sendiri itupun katanya membacanya salah,” ungkap Koh Hanny.

Ia menambahkan, jika pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian untuk di proses lebih lanjut mengenai Penistaan Agama, Adu domba umat beragama dan kasus-kasus lainnya.

“Alhamdulillah, kami sudah laporkan ke Bareskrim Polri. Pengacara kami sudah menangani pelaporan ini dan sudah diterima dengan baik oleh Bareskrim Polri,” paparnya.

Sementara, salah satu perwakilan Yayasan As-Sunnah Diding Sobaruddin mengatakan, permasalahan As-Sunnah yang dituding mensyahadatkan kembali YM itu tidak benar. Semua itu hanya akal-akalan dari YM yang ingin mengadu domba umat.

”Alhamdulillah sudah clear, kami sebelumnya sudah komunikasi dengan koh Hanny dan kami tadi sengaja bertemu untuk menegaskan bahwa ada kondisi yang menyebabkan kita diadu domba antar sesama muslim,” ujar Diding.

Diding mengaku, Pihaknya hanya memberikan penyadaran, kemudian ternyata disitu YM ingin didengarkan baca syahadat. Jadi bukan pihaknya mensyahadatkan, karena pihaknya tidak punya kapasitas untuk itu.

“YM minta disyahadatkan. Bukan kami yang mensyahadatkan, karena tidak mempunyai kapasitas untuk itu,” jelas Diding.

Diding menegaskan, Yayasan As-sunah tidak melakukan cara apapun bersama YM, itu murni hanya kekeluargaan dengan tujuan menasehati. Adapun tempat dirinya sudah izin kepada Ketua Yayasan untuk disitu karena ini kondisi suasana PSBB.

“Jadi kami hanya kekeluargaan dengan tujuan menasehati bukan untuk mensyahadatkan dia.
Sekali lagi saya sampaikan kepada kaum muslimin, netizen dan sebagainya, bahwa secara yayasan As-Sunnah tidak melakukan acara apapun bersama YM,” tegasnya.

Diding menambahkan, benang merah dari hasil pertemuan dengan beberapa pihak. Pihaknya mencium adanya sistem adu domba yang dilakukan YM, khususnya As-Sunnah dengan semua tokoh ormas Islam.

“Baiknya permasalahan ini di proses secara hukum. Karena perilaku ini tidak terpuji dan akan membuat gesekan yang lebih besar,”ujarnya.

Ditempat yang sama Tokoh Pemuda Cirebon, Raden Reza menuturkan
kejadian ini sangat mengusik masyarakat Cirebon. Awalnya YM mengaku sebagai seorang mualaf dan ustad, dihadapan muslim, YM menjelekan non muslim begitupun sebaliknya. Menurutnya, kejadian ini sangat merugikan nama baik Kota Wali dan bisa memecah belah umat di Cirebon.

“Mari kita melihat kasus ini secara jernih, dan kami menginginkan sebagai warga Cirebon tidak ingin ada perpecahan. Tentunya kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” pungkas Pengusaha Muda Cirebon ini.

News

109 posts | 0 comments

Comments are closed.