Penjelasan OJK Terkait Maraknya Debt Collector Yang Masih Menagih Nasabah

Penjelasan OJK Terkait Maraknya Debt Collector Yang Masih Menagih Nasabah

1
276
0
Senin, 06 April 2020
News

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut masih mendengar keluhan yang disampaikan melalui email atau telepon call center OJK berkaitan masih maraknya juru tagih atau debt collector yang menemui masyarakat dari perusahaan pembiayaan/multifinance (leasing).

Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan Sekar Putih Djarot menuturkan, OJK menegaskan dan meminta kerja sama nasabah/debitur dan pihak bank/perusahaan pembiayaan. Terkait penegasan hal tersebut yang Pertama yaitu, Keringanan cicilan pembayaran kredit/leasing tidak otomatis, debitur/nasabah wajib mengajukan permohonan kepada bank/leasing.

Kedua, Bank/Leasing wajib melakukan asesmen dalam rangka memberikan keringanan kepada nasabah/debitur.

Ketiga, Keringanan cicilan pembayaran kredit/pembiayaan dapat diberikan dalam jangka waktu maksimum sampai dengan 1 tahun, bentuk keringanan antara lain penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan, konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara dan/atau lainnya sesuai kesepakatan baru.

Keempat, penarikan kendaraan/jaminan kredit bagi debitur yang sudah macet dan tidak mengajukan keringanan sebelum dampak Covid-19, dapat dilakukan sepanjang bank/perusahaan pembiayaan melakukannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kelima, menghentikan sementara penagihan kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid 19 seperti, pekerja disektor informal atau pekerja berpenghasilan harian. Namun untuk debitur yang memiliki penghasilan tetap dan masih mampu membayar tetap harus memenuhi kewajibannya sesuai yang diperjanjikan.

“Minggu lalu OJK sudah memanggil perusahaan yang mempekerjakan pengemudi online, untuk memberikan data pengemudi dan data kendaraannya (nomor mesin dan nomor rangka). Hal ini juga berlaku untuk perusahaan rental kendaraan yang mempekerjakan pengemudinya yang meminjam melalui perusahaan pembiayaan,” Terangnya Senin, (6/3/2020).

Menurutnya, OJK meminta kerja sama dengan perusahaan ini untuk memudahkan pengajuan keringanan dilakukan secara kolektif oleh perusahaan dimaksud. Sementara kaitan viral video pengemudi online yang akan ditarik kendaraannya, OJK telah melakukan pengecekan yang bersangkutan meminjam/melalukan cicilan dari perusahaan jasa rental kendaraan yang merupakan bukan Lembaga Jasa Keuangan di bawah pengawasan OJK.

“Perusahaan tersebut merupakan mitra kerja dari perusahaan yg mempekerjakan pengemudi online. OJK akan memanggil perusahaan online maupun perusahaan jasa rental kendaraan yang melakukan kegiatan leasing untuk mengklarifikasi video yg viral tersebut,” ucapnya.

News

148 posts | 0 comments

Comments are closed.

Menu Title