Warga Tepis Tudingan Menyerobot Lahan Kutiong

Warga Tepis Tudingan Menyerobot Lahan Kutiong

Like
221
0
Senin, 24 Februari 2020
News


Warga yang tinggal di kawasan komplek pemakaman Kutiong, membantah atas tudingan sudah menyerobot tanah pemakaman.

Penegasan itu disampaikan oleh warga dan juru kunci makam kutiong Suparman, ia mengatakan pembongkaran makam yang dilakukan karena ada permintaan ahli waris dan sudah berkoordinasi dengan pihak yayasan. Dia pun mengakui memiliki surat pembongkaran makam tersebut.

“Saya salah satu pekerja yang bongkar makam, dan itu atas permintaan ahli waris keluarganya dengan difasilitasi oleh yayasan. Suratnya pun masih saya pegang sampai saat ini,” tegas Suparman, Senin (24/2/2020).

Menurutnya, beberapa makam dibongkar karena memiliki alasan. Di antaranya ada yang dipindahkan ke komplek pemakaman tempat lain hingga ada pula yang di kremasi.

“Membongkar makam karena ada yang dipindah ke luar kota serta ada yang di kremasi, sekali lagi saya tegaskan itu semua atas permintaan ahli waris,” jelasnya.

Warga mengklaim, tanah yang mereka tempati adalah milik Keraton Kasepuhan dan sudah menjalin komunikasi sehingga diizinkan tinggal dan mendirikan bangunan.

“Beberapa hari yang lalu kami datang ke Keraton Kasepuhan membicarakan masalah ini” ujar Suparman.

Warga geram dengan ulah beberapa orang yang mengaku berhak atas tanah tersebut, terlebih tidak ada koordinasi dalam penertiban dan memasang plang peringatan.

“Mestinya diajak komunikasi terlebih dahulu dengan pihak keraton dan saya sebagai juru kunci, jangan hanya sepihak saja”, ungkapnya.

Ia menyatakan, ratusan warga yang tinggal di sana, tidak keberatan dengan iuran warga kampung yang tiap bulan dibayar atau bahkan pajak bangunan kalau pun ada tidak akan keberatan jika keberadaannya diakui.

Salah satu warga bernama Maskini berharap, agar ada solusi secepatnya terlebih yang tinggal banyak warga dengan ekonomi lemah.

“Yang tinggal disini orang bukan mampu, banyak janda dan jompo, saya mohon dengan sangat agar keberadaan kami diakui sebagai warga Kelurahan Harjamukti, karena kami tinggal disini sudah tiga tahun”, ucapnya lirih.

Seperti diketahui, saat ini ada sekitar 30 rumah yang dihuni oleh 600 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan pemakaman Kutiong Penggung Cirebon.

News

122 posts | 0 comments

Comments are closed.