Indonesia Negara Penghasil Sampah Plastik Nomor Dua di Dunia Setelah China

Indonesia Negara Penghasil Sampah Plastik Nomor Dua di Dunia Setelah China

Like
389
0
Kamis, 30 Januari 2020
News


Sampah plastik menjadi masalah yang serius di Indonesia karena jumlahnya yang sudah berlebihan dan berbahaya. Sifat plastik yang sulit terurai oleh tanah maupun oleh air mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan.

Saat ini tercatat ada sekitar 322 ton sampah perhari yang diproduksi oleh Indonesia, sehingga Indonesia menjadi urutan kedua penghasil sampah terbanyak di dunia.

Hal tersebut diutarakan pada acara Seminar Nasional Parlemen Kampus dengan tema “Darurat Pencemaran Lingkungan” yang bertempat di Auditorium Universitas Swadaya Gunung Jati, Kamis (30/1/2020). 

Kegiatan Seminar Parlemen Kampus dihadiri Walikota Cirebon Nasrudin Azis dengan beberapa narasumber diantaranya, Dyah Roro Esti (anggota DPR RI Komisi VII), Satori (anggota DPR RI Komisi XI) dan Abdullah Syukur (Kadis Lingkungan Hidup Kota Cirebon) serta diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perwakilan kampus, baik swasta maupun negeri se wilayah CIAYUMAJAKUNING (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan).

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar menyampaikan sesuai data bahwa Indonesia masuk urutan kedua terbanyak dalam menghasilkan sampah.

“Sampah tersebut paling banyak adalah sampah plastik. Tentunya kondisi ini telah mengancam kehidupan manusia, keberlangsungan hidup flora dan fauna di darat maupun yang di laut,” ungkap Indra.

Menurut Indra, perlu adanya solusi bersama dalam menyelesaikan persoalan sampah agar jumlah sampah di Indonesia bisa berkurang.

“Hingga kini, di Indonesia tercatat ada 925 perusahaan produk plastik dengan angka fantastis yakni sekitar 468 juta ton pertahunnya” kata Indra.

Sementara Rektor UGJ, Mukarto Siswoyo menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih serta mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat dan mahasiswa agar lebih memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan.

“Salah satu permasalahan lingkungan yang ada di Indonesia saat ini adalah plastik. Plastik telah membawa dampak negatif bagi lingkungan kita, seperti banjir, pemicu pemanasan global, dan permasalahan lingkungan yang lainnya,” ungkap Rektor UGJ.

Seperti diketahui sebelumnya, Komisi IV DPR RI pekan kemarin melakukan sidak dan menemukan 70 Kontainer berisi sampah impor dari luar negeri berkedok bahan baku daur ulang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dari total keseluruhan sampah impor yang akan masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok mencapai 1.015 kontainer dan jumlah 1015 tersebut akan tersebar di 15 titik di Indonesia.

Aksi protes juga dilakukan oleh aktivis remaja peduli lingkungan asal Gresik, Aeshninna (Nina) Azzahra mengirimkan surat terbuka ke pemerintah Australia dan Jerman terkait sampah impor. Ia mengaku kecewa dan sedih melihat sampah yang menggunung di daerahnya, Gresik, Jawa Tengah.

News

151 posts | 0 comments

Comments are closed.

Menu Title