Sukses Konser Kebhinekaan, Penyelenggara: Kami Kecewa Pada Pelindo

Sukses Konser Kebhinekaan, Penyelenggara: Kami Kecewa Pada Pelindo

Like
420
0
Selasa, 17 Desember 2019
News


Keberhasilan Konser Suluh Nusantara yang digagas oleh Yayasan Santo Dominikus Cirebon dengan tema ‘Kebhinekaan’ disajikan secara spektakuler pada Sabtu malam, (14/12/2019).

Sutradara Konser Suluh Kebangsaan Dedi Kampleng mengaku mengalami kesulitan dan hambatan sebelum pertunjukan karena surat izin konser dari kepolisian diterima beberapa saat sebelum konser dimulai.

Kampleng menyebutkan, tidak hanya soal perizinan namun dari beberapa pihak yang kurang mendukung Konser Kebhinekaan tersebut, salah satunya yakni Pelindo.

“Pelindo minta biaya ganti rugi penggunaan tempat, akhirnya dimintalah retribusi tiket masuk perorang dan perkendaraan yang ingin masuk ke dalam pelabuhan harus dikenakan biaya”, ucap Kampleng.

Kampleng menambahkan, Pelindo seharusnya mensupport Kegiatan Konser Kebhinekaan ini karena tujuannya untuk bersama bukan untuk komersial.

“Jika Pelindo memungut Rp 1000 kepada masyarakat, maka kami juga meminta agar Pelindo membayar setiap debu batu bara yang jatuh ke lantai rumah warga dan yang dihirup oleh masyarakat,” tegas Kampleng, saat menggelar jumpa pers di Sanggar Bisa Santa Maria Jalan Sisingamangaraja, Senin (16/12/2019).

Penulis Naskah Suster Albertin, O.P mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung konser tersebut sehingga dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anak-anak, orang tua murid, panitia, seniman, Pemerintah Kota Cirebon, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, dan lain-lain atas waktu, tenaga dan pikiran yang diberikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Produksi Jafarudin yang juga mantan Anggota DPRD Kota Cirebon Periode 2014-2019 menuturkan, Pelindo bertindak sangat arogan untuk tetap meminta tiket masuk, bahkan dari perdebatan tersebut ada salah satu kru yang disandera selama 2 jam untuk dimintai tanggung jawab apabila ada kejadian diluar ketentuan.

“Bisa dibayangkan, bila satu orang dikenakan tiket masuk ada 1300 peserta dan 565 kru serta ribuan penonton yang masuk sudah berapa, dan itu saya yang tanggung semua,” tutur Jafar.

Jafar berharap, ke depan Pemerintah harus hadir dalam setiap kegiatan kebangsaan, maka pihaknya meminta agar pengurusan administrasi dalam kegiatan kemasyarakatan, Pemerintah harus bisa memangkas birokrasi.

“Sebanyak 80 persen merasa senang dan gembira melihat konser Suluh Nusantara. Sisanya, mereka nyinyir karena tidak bisa menggelar acara besar seperti ini”, pungkas Jafar.

News

109 posts | 0 comments

Comments are closed.