ACT Launching Lumbung Ternak Wakaf

ACT Launching Lumbung Ternak Wakaf

Like
323
0
Kamis, 12 Desember 2019
Sosial


Lumbung Ternak Wakaf (LTW) hadir sebagai terobosan program wakaf produktif yang menjadi peningkatan kesejahteraan peternak lokal. LTW menjadi sistem pengelolan ternak yang terpadu mulai dari modal, pengadaan indukan, pendampingan intensif, infrastruktur kandang hingga penjualan ternak.

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyuddin mengatakan, Kehadiran Lumbung Ternak Wakaf salah satu upaya untuk mengembalikan kejayaan agraris di indonesia.

“ACT merupakan gerakan donasi wakaf masyarakat untuk terus membuat lumbung lumbung ternak untuk kesuksesan negara agraris dan kami bahagia jika seluruh keluarga Indonesia memiliki ternak. Tentunya ini ukuran sukses disebuah negara, Negara agraris adalah ternak”, ungkap Ahyuddin usai Launching Lumbung Ternak Wakaf dan Lumbung Beras Wakaf di Desa Cintabodas Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/12/2019).

Ahyuddin memaparkan, ACT saat ini memiliki lumbung lumbung ternak yang ada di wilayah Indonesia. Pertama di Sumbawa, kedua Tasikmalaya serta Aceh dan Blora. Adapun pengembangan lumbung tersebut tergantung pada modal yang masuk lewat wakaf.

“LTW fokus pada pembibitan domba sehingga lima tahun ke depan, ditargetkan jadi sentra pembibitan domba. karena selama ini, belum ada sentranya”, kata Ahyuddin.

Domba di LTW menurutnya, setiap tujuh bulan dan maksimal 10 bulan melahirkan anak. Jika lebih dari 10 bulan tak melahirkan, maka diarahkan untuk menjadi hewan kurban.

“Di Tasikmalaya saat ini ada 5.000 ekor kambing dan domba tapi jumlah tersebut belum ideal, sebab penduduk di Desa Cintabodas 5.000 orang dibutuhkan 25.000 bibit ternak sehingga menciptakan desa ternak dan kemandirian pangan ternak”, ujar President ACT.

Ahyuddin ingin menginspirasi bangsa ini untuk kembali ketahanan pangan. “LTW sebagai upaya mengembalikan kejayaan dan ketahanan pangan Indonesia. Karena negara yang kuat adalah negara yang punya ketahanan pangan,” pungkasnya.

News

139 posts | 0 comments

Comments are closed.