Aksi Penembakan Anak Bupati Majalengka, Kuasa Hukum: Untuk Melerai Keributan Massal

Aksi Penembakan Anak Bupati Majalengka, Kuasa Hukum: Untuk Melerai Keributan Massal

Like
276
0
Rabu, 13 November 2019
News

MAJALENGKA – Peristiwa keributan dan aksi penembakan yang dilakukan oleh Irfan Nur Alam, Pejabat Pemkab Majalengka putra dari Bupati Majalengka menjadi soroton di masyarakat.

Kuasa hukum Irfan Nur Alam yang terdiri dari H Dadan Taufik SH, Diarson Lubis, Dr Kristiwanto dan Gunawan menggelar jumpa pers di Kabupaten Majalengka, Rabu (13/11). Kuasa Hukum Irfan mengatakan, Permasalahan adalah murni mengenai hutang piutang, bukan berkaitan dengan kebijakan atau perizinan yang yang dilakukan Pemkab Majalengka, bahkan penembakan yang dilakukan Irfan untuk melerai bentrokan fisik kedua massa.

“Jadi sebelum kejadian, Irfan dalam perjalanan dari Bandung menuju Majalengka dan saat itu mendapatkan kabar adanya penyerangan dari sekelompok orang yang datang ke kediamannya di Cijati Majalengka” terang kuasa hukum.

Masih menurut dia, “Guna menghindari bentrok fisik di lokasi, Irfan meminta agar massa yang dibawa panji beralih ke tempat lain. Namun ketika tiba di Majalengka, massa kedua kubu antara pendukung Panji dan pendukung Irfan sudah terlibat baku hantam. untuk melerai keributan yang lebih besar, Irfan terpaksa mengeluarkan senpi dan menembakanya ke atas sebagai bentuk peringatan. tapi saat itu Panji berusaha merebutnya hingga mengenai tangannya,” ungkap Kuasa Hukum.

Kuasa Hukum Irfan menuturkan, mengenai kepemilikan senpi itu resmi dikeluarkan oleh Mabes Polri yang peruntukannya membela diri. Menurutnya, Aksi penembakan yang terjadi di Ruko Hana Sakura Cigasong, pada minggu malam (10/11/2019) bukan faktor kesengajaan namun murni insiden di luar dugaan.

Masih dijelaskan Kuasa hukum Irfan, permasalahannya yakni mengenai hutang piutang antara PT Laskar Makmur Sadaya dengan Panji Pamungkasan, untuk mengurusi perizinan SPBU atas nama PT Laskar Makmur Sadaya, Desa Palabuan Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka.

“Jadi ini berkaitan dengan pembuatan SPBU dan tidak ada kaitannya dengan hutang piutang dengan klien kami saudara Irfan Nur Alam,” tegasnya.

Seperti diketahui Irfan merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Majalengka, dengan jabatan Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkab Majalengka. dan juga Ketua Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Majalengka.

News

78 posts | 0 comments

Comments are closed.